DIBONGKAR : Tampak terlihat separator taman kota yang berada di dekat pertigaan Jalan Raya Kartini dengan Jalan Dewi Sartika dibongkar, Minggu (3/9). Foto : Ahmad Fachry/Radar Depok
DIBONGKAR : Tampak terlihat separator taman kota yang berada di dekat pertigaan Jalan Raya Kartini dengan Jalan Dewi Sartika dibongkar, Minggu (3/9). Foto : Ahmad Fachry/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Uji coba Sistem Satu Arah (SSA) terus dievaluasi. Tapi sayangnya, demi SSA berjalan separator jalan dan taman separator yang dibangun dengan uang rakyat dirusak, di Jalan Raya Margonda tepat di pertigaan Jalan Dewi Sartika.

Pengerjaan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok tersebut masih berlangsung, terlihat dengan masih berantakannya lokasi proyek dan ada plang bertuliskan, “Maaf Perjalanan Anda Terganggu, Ada Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, tertanda Dinas PUPR Kota Depok”.

Pendara yang terjebak macet di jalur SSA, Alamsyah mengaku, tidak bisa membayangkan jika SSA benar-benar diterapkan. Depok itu cuma membutuhkan fly over di Dewi Sartika, tidak perlu bermanuver mengujicoba SSA. Sudah sebulan lebih keinginan SSA mengurai kemacetan malah semakin parah. Diberbagai media juga banyak sekali pemberitaan terkait keluhan adanya SSA oleh masyarakat dan pedagang.

“Saya juga melihat baru diujicoba segala cara dihalalkan, seperti merusak separator dan taman separator yang sebelumnya dibangun menggunakan dana APBD,” terang pria asal Kelurahan Depok Jaya ini kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Pengendara lainnya yang ikut bermacet ria di jalur SSA, Puguh Satrio mengungkapkan, mungkin SSA tidak dirasakan wilayah Cimanggis, Tapos, Cinere, Limo, Sawangan dan Bojongsari. Karena kalau dari Sawangan dan Bojongsari bisa langsung jalan tanpa memutar. Tapi khusus yang terdampak sangat menyiksa harus berputar-putar. Disini Pemkot Depok harus cermat dan jangan memaksakan kehendak. “Itu saya lihat juga taman separator sudah dibongkar padahal pembangunanya menggunakan APBD,” terang bapak anak satu yang tinggal di Kampung Lio itu.

Sementara,  petugas Dishub yang berjaga di sekitar lokasi, Ilham R mengaku, tidak mengetahui pasti kapan pengerjaan tersebut dilakukan. “Saya kurang tahu, saya baru lihat ini,” katanya saat dikonfirmasi Radar Depok ketika bertugas mengatur lalu lintas dipertigaan Dewi Sartika.

Ilham mengaku, setiap sore diakhir pekan kondisi jalan dipenuhi kendaraan baik roda empat maupun roda dua. “Setiap sore pasti macet, kalau pagi saya tidak tahu karena saya berjaga setiap sore,” kata Ilham. Setiap sore, ia berjaga bersama kesebelas teman satu regunya dari pukul 17.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Sayangnya ketika dikonfirmasi ke Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Manto belum memberikan respon apapun terkait pengerjaan proyek tersebut.

Pantauan Radar Depok dilokasi, sepanjang kurang lebih lima meter taman tersebut sudah rata dengan tanah, terlihat kabel ducting yang menjuntai dan beberapa balok separator yang telah dihancurkan.(ade)