INDAH/RADAR DEPOK KARYA: Foto saat Agus Suherman bermain film Janggo Betawi tahun 2004 silam.
INDAH/RADAR DEPOK
KARYA: Foto saat Agus Suherman bermain film Janggo Betawi tahun 2004 silam.

Berawal dari kesenian Topeng Betawi, Agus Suherman sukses melestarikan kebudayaan betawi ini. Bukan hanya keliling Indonesia, Agus bisa sampai mempromosikan kesenian topeng hingga kancah internasional. Selain berpenghasilan dari kesenian topeng, ternyata Agus juga memiliki penghasilan dari kegiatannya lain.

Laporan: INDAH DWI KARTIKA

 

Kesenian Topeng memang sudah melekat dihati, pikiran, dan jiwa bagi pria yang sering disapa Agus Badak ini. Dari kesenian topeng, ia melanglangbuana ke luar negeri. Bahkan, dari kesenian topeng ia mendapat tawaran bermain sinetron bahkan layar lebar.

“Topeng itu kan ada dramanya, ada lakonnya, ada yang harus dimainkannya. Dari situ saya diberikan tawaran bermain sinetron,” kata Agus saat ditemui di kediamannya Jalan Raya Gadog, Kelurahan Cisalak Pasar, Cimanggis.

Sejak tahun 1985 ternyata ia sudah bermain sinetron. Hampir seluruh sinetron besutan Production House (PH) milik Mandra yang tidak lain adalah sepupu dari Agus Badak, ia mainkan. Seperti Tarzan Betawi, Jadi Pocong, Janggo Betawi, Zoro Jantuk Betawi, Babeh Batak Betawi, Rojali dan Juleha dan masih banyak lagi.

“Dari semua judul sinetron yang dari PH Bang Haji Mandra, hampir semuanya saya main. Mungkin dari semuanya yang paling melejit itu judul Jadi Pocong,” katanya sambil menunjukkan secuplik tayangan Jadi Pocong di smartphonenya.

Selain dari PH milik Mandra, ia juga menerima tawaran dari PH Layar dan bermain di sinetron Setan Kredit Jojon. Makin melejit, ia pun mendapat tawaran bermain dalam film layar lebar. Yang terakhir dan paling baru adalah Film Bajaj Bajuri The Movie dan beradu akting bersama aktor kawakan seperti Ricky Harun, dan aktris seperti Eriska Rein dan Meriam Belina.

“Dari PH layar lebar itu saya juga main di Film Setan Kridit sama almarhum haji Jojon, Oky Lukman, belum yang di Takdir Ilahi, dan Rahasia Ilahi. Ada lagi layar lebar yang masih di bawah umur dengan Rano Karno, Gusti Randa, dan Gladis Suwandi,” ujarnya.

Meski hanya menjadi pemeran pembantu dalam sinetron dan film layar lebar, Agus tetap senang dan bangga dari kesenian topeng ia memiliki keahlian lain di bidang seni, seperti berakting.  “Hampir semua yang saya perankan berkesan, walaupun hanya menjadi pemeran pembantu, tapi sekarang saya lebih menekuni kesenian topeng. Saya lebih nyaman berada di kesenian ini,” tutup Agus. (*)