IRWAN/RADARDEPOK CARI SOLUSI : Audiensi dan Dengar Pendapat Program HIV/AIDS & Napza di Kota Depok

 

IRWAN/RADARDEPOK
CARI SOLUSI : Audiensi dan Dengar Pendapat Program HIV/AIDS & Napza di Kota Depok

DEPOK-Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah memberikan program pengobatan, dan tes CD4 (kode genetik HIV AIDS dari sel manusia), secara gratis. Namun, sayangnya hal tersebut justru belum bisa diakses di Kota Depok. Alhasil, teman ODHA menilai Depok tak serius tanggulangi masalah HIV/AIDS dan Napza.

Direktur Organisasi Kuldesak, Samsu Budiman mengaku, sesal dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, mesinnya CD4 sudah diberikan pemerintah pusat. Namun, mesin tersebut belum dapat di akses teman-teman ODHA di wilayah tersebut. Bahkan, keberadaan Puskesmas Satelit juga sangat dirasa belum berjalan maksimal, sehingga menjadi salah satu kendala nyata. “Pengobatan dinilai menjadi kurang efektif lantaran keterbatasan jadwal layanan yang tersedia,” ujar Samsu kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Dia menilai rumah sakit di Depok masih belum serius untuk menangani ODHA dan Napza. Beberapa kasus bahkan kerap dipersulit. Belum lagi alur rujukan yang masih terjadi kesimpang-siuran, antara layanan kesehatan, petugas lapangan dan petugas pendamping. Masih sangat perlu diperbaiki dilapangan, demi berjalannya simbiosis mutualisme dan kerjasama yang baik satu sama lain. “Sehingga jelas siapa melakukan apa dan saling meringankan beban kerja dilapangan,“ jelas Samsu.

Meski demikian, dia berharap pihak terkait dapat mengelaborasi guna memperbaiki sistem pelayanan, yang saat ini dirasa kurang baik bagi pasien. Apalagi, yang mengakses atau terapi pengobatan ARV khususnya di Kota Depok.

Mengingat krusialnya program penanggulangan AIDS di Indonesia khususnya di Kota Depok, seharusnya saat ini sudah bisa lebih baik dalam pemberian layanan kesehatan dasar kepada masyarakat. Baik terhadap pasien khusus maupun pasien umum lainnya, terlebih lagi dilihat dari letak goegrafis Kota Depok yang sangat dekat Ibu Kota. “Kami mendorong pemerintah pusat untuk segera membuat Peraturan Daerah (PERDA) terkait HIV/AIDS dan Napza,“ tandas Samsu.(irw)