AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK AKSI TOLAK SSA : Massa yang tergabung dari warga dan pedagang melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Balaikota Depok, Rabu (27/9). Aksi ini dilakukan untuk menolak adanya Sistem Satu Arah yang diberlakukan di Jalan Nusantara, Jalan Dewi Sartika, Jalan Arif Rahman Hakim.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK AKSI TOLAK SSA : Massa yang tergabung dari warga dan pedagang melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Balaikota Depok, Rabu (27/9). Aksi ini dilakukan untuk menolak adanya Sistem Satu Arah yang diberlakukan di Jalan Nusantara, Jalan Dewi Sartika, Jalan Arif Rahman Hakim.

DEPOK-Aksi damai ratusan warga dan pedagang yang menolak program ujicoba Sistem Satu Arah (SSA) kembali dilakukan, Rabu (27/9). Aksi damai penolakan SSA warga dan pedangang ini diawali longmarch mulai pukul 10.30 WIB.

Awalnya, unjuk rasa direncanakan dimulai pukul 09.00 WIB, tetapi hujan deras yang mengguyur Depok sejak pagi membuat pengunjuk rasa harus menunda aksi mereka. Mereka mulai longmarch dari Jalan Nusantara, Dewi Sartika, dan Jalan Margonda berhenti di Balaikota Depok.

Dalam aksinya itu, mereka membawa keranda (tempat jenazah) untuk Walikota Depok sebagai kenang-kenangan bertulisan “Turut Berduka Cita Atas Matinya Hati Nurni Pemimpim Kota Depok”.

Sesampai di depan gerbang Balaikota, aksi damai penolakan SSA itu melakukan orasi sekitar 15 menit dengan disertai hujan gerimis. Setelah itu, kurang lebih 10 perwakilan pedemo dipersilakan masuk ke ruang Gedung Perpustakaan untuk beraudensi. Mereka diterima perwakilan dari Pemerintah Kota Depok, antara lain, Kepala Satpol PP, Dudi Miraz, Kadishub Raden Gandara Budiana dan Kabid Lalin Dishub Kota Depok.

“Silakan bapak dan ibu untuk minum terlebih dahulu, karena capek setelah melakukan loangmarch,” ujar Dudi Miraz saat menyambut hangat para pedemo.

Dudi mengatakan, Walikota dan Wakil Walikota Depok tidak ada,karena sedang melakukan dinas luar kota. Jadi, kata dia, apsirasi warga dan pedagang yang menjadi perwakilan dipersilakan untuk mengeluarkan aspirasinya.

“Kami berikan lima perwakilan untuk memberikan kesempatan berbicara, nanti kami akan sampaikan ke pimpinam kami,” kata Dudi yang didampingi Kadishub dan Kabid Lalin Kota Depok.

Ketua RW03 Kelurahan Depok Jaya Firman, memita tolong ke Pemkot Depok untuk melakukan survei ke warga di Perumnas Depok Jaya dan sekitarnya jangan hanya melakukan survei dianggan-angan saja. Walaupun dikatakan melalui akademik tapi tidak melibatkan masyarakat. Seharusnya ada survei dan kajian ke warga atau penghuni Perumnas Depok Jaya, bila memang ada uji coba SSA sebelumnya. Sehingga tahu persis permasalahan di lingkungan jalan lingkungan perumnas Depok Jaya. “Akibatnya banyak jalan lingkungan ditutup portal dan banyak terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Ia mengatakan, selama penerapan SSA di tiga jalan tersebut banyak kecelakan lalu lintas. Bahkan, ada dua orang meninggal dunia di jalur SSA tersebut.

“SSA ini banyak mudorotnya dan yang merasakan warga sekitar jalur SSA,” ungkap Firman kepada Radar Depok.

Firman menuturkan, bentuk aspirasi dari warga dan para pedagang Pasar Depok Jaya dan Pasar Lama. Bahkan, ia memberikan kajian ilmiah SSA dalam tinjauam Lalu Lintas bahwa SSA tidak efektif. Pasalnya, dalam pelaksanaan ujicoba SSA tidak dapat dihindari tumbulnya suatu masalah. Justru kata dia merugikan masyarakat.

“Kami berikan kajian ilmiah untuk Pak Walikota Depok. Kami buat berdasarkan berbagai temuan di lapangam dan masukan dari berbagai ahli Transportasi dari ITB dan Praktisi Transportasi dari Unibraw,” tuturnya.

Lebih lanjut dia berharap, agar Walikota Depok untuk menerima aspirasi warga dan pedagang yang menolak SSA. “Aksi seperti ini murni dari warga dan pedagang. Kalau bisa Pak Walikota berdiskusi dengan kami,” kata dia meminta.

Ketua RW14 Depok Jaya, Toro Budiarko mengatakan, SSA ini tidak sesuai visi Walikota dan Wakil Walikota Depok yang Unggul,Nyaman, dan Religius.

“Tapi kenyataanya tidak sesuai visi. Kami warga merasa khawatir dan terancam akan adanya SSA di Jalan Nusantara,” kata Toro.

Sementara, Kadishub Depok Gandara Budiana menyatakan, aspirasi warga bakal menjadi bahan pertimbangan Pemkot ke depan.

“Tentunya akan kita bahas lebih komprehensif lagi dan hasil ini tentunya akan kita sampaikan juga kepada pimpinan, pak walikota,” ujar Gandara.

Dia berharap, ada solusi terkait kisruh uji coba tersebut. Meski menuai penolakan, Gandara mengatakan uji coba tetap dilanjutkan.

‎”Sementara ini kan kita ‎lanjut tetap dengan berbagai masukan ini, kita akan membahas secara komprehensif apa kelemahan-kelemahan, kekurangan, masukan,” ucapnya.

Dishub, lanjutnya, bakal membongkar separator yang membagi ruas jalan yang diuji coba. Dengan upaya tersebut, masyarakat bisa berbelanja dengan langsung menepi ke arah kanan kiri jalan yang menjadi lokasi lapak dan toko pedagang.

Permasalahan keselamatan pengendara turut menjadi perhatian Dishub.  Gandara menyatakan, telah memasang rambu, pita kejut dan menempatkan petugas. “Targetnya kami belum tahu,” kata dia.(irw)