ADE/RADAR DEPOK SURAT PALSU : Indra Pratama Putra, mendapatkan surat pengangkatan sebagai pegawai honorer di Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok, yang belakang ternyata surat tersebut palsu.
ADE/RADAR DEPOK
SURAT PALSU : Indra Pratama Putra, mendapatkan surat pengangkatan sebagai pegawai honorer di Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok, yang belakang ternyata surat tersebut palsu.

DEPOK-Penipuan penerimaan pegawai honorer daerah (Honda) terjadi di Kota Depok. Dengan bermodal surat keterengan penerimaan pegawai honorer dari Badan Kepegawai dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, oknum tidak bertanggungjawab sudah menipu 10 khalayak, kemarin.

Salah satu korban, Indra Pratama Putra menjelaskan, belum lama mendapatkan SK BKD Kota Depok, yang menyatakan dia diterima menjadi pegawai honorer di Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok.

“Sebelumnya saya taruh lamaran dulu, selang dua minggu saya langsung dapat SK sebagai honorer di Disdukcapil,” kata Indra kepada Radar Depok, Jumat (29/9).

Indra menceritakan, awal mula tertipu, diajak seorang pria yang mengaku bekerja di salah satu dinas di Kota Depok. Sehingga ia tidak menaruh curiga terhadap ajakannya. Pria tersebut mendatangi rumahnya yang terletak di Kelurahan Cinangka, Sawangan yang kebetulan membuka warung nasi.

“Awalnya dia datang ke saya untuk makan, selang beberapa saat dia menyuruh saya untuk membuat lamaran yang ditujukan kepada BKD Kota Depok,” lanjut Indra.

Tak hanya lamaran, dia juga dimintai uang sebesar Rp1 juta. Itu diperuntukkan demi mempermudah diterima sebagai pegawai di lingkungan Pemeritahan Kota Depok. “Katanya sih uang pelicin, biar gampang masuknya, tapi saya bayar setengahnya dulu,” lanjut Indra.

Selang dua minggu setelah uang dan lamaran tersebut diberikan, SK yang menyatakan dia diterima sebagai pegawai honorer pun ia terima lengkap dengan stempel dan tanda tangan dari kepala BKD Kota Depok. Meskipun dia tidak pernah di interview maupun melalui tes psikologi. “Setelah SK saya terima, saya lunasi dan katanya saya dipekerjakan per tanggal 2 oktober 2017,” beber Indra.

Seiring berjalannya waktu, Indra tidak menaruh curiga sama sekali dengan penerimaannya sebagai pegawai honorer. Namun, setelah ia mencoba berkomunikasi dengan salah satu pegawai kelurahan tempat ia tinggal, barulah dia mengetahui kena tipu.

“Kata pegawai kelurahan, BKD sudah tidak ada lagi, dan tanda tangan kepala BKD juga bukan seperti itu, ditambah NIP yang juga bukan punya kepala BKD,” lanjut Indra.

Sontak setelah mendapatkan kabar tersebut, Indra memelas. Dia segera memastikan ke BKD Kota Depok, guna memeriksa orang yang mengajaknya melamar pekerjaan, yakni Romi Hermawan yang katanya merupakan ajudan dari Kepala BKD. “Benar saja, tidak ada nama itu, dan kepala BKD (kini BKPSDM) tidak memiliki ajudan,” beber Indra.

Meskipun Indra telah mengetahui kena tipu, pelaku tetap saja menghubungi untuk meminta kembali uang kepadanya. Terakhir komunikasi, pelaku  telpon minta Rp500 ribu lagi. Indra mengatakan, dari penuturan pelaku, bukan hanya dia saja yang terkena tipu, ada beberapa orang juga yang katanya diterima untuk dipekerjakan di beberapa Dinas di Kota Depok. “Kurang lebih ada 10 orang, ada yang diterima di Disdik, Disperindag dsb, saya kurang tahu apakah mereka juga dipintai uang,” jelas Indra.

Menimpali hal ini, Kepala Badan Kepegawai dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Supian Suri menegaskan, tidak menerima tenaga honorer dan tidak mengeluarkan cop surat resmi dari pihak BKPSDM Kota Depok. Namun bila ada, kata Supian itu penipuan dari oknum yang mengatasnamankan BKPSDM.

“Kasus ini baru satu yang ketahuan, dari cop suratnya saja sudah salah, di daerah Kecamatan Sawangan,” ungkap Supian, kepada Radar Depok, kemarin.

Dalam soal penerimaan pegawai honorer, BKPSDM mengeluarkan secara resmi bila dibutuhkan. Begitu juga penerimaan CPNS. Kasus penipuan ini ada oknum yang ingin meraup keutungan dengan cara mengiming-imingkan naik jabatan. “Padahal, BKPSDM tidak ada intruksi seperti itu,” kata dia.

Untuk itu, Supian menghimbau kepada pegawai sukarelawan atau pegawai pembantu di kelurahan, kecamatan, dinas, dan lain bila ada yang menawarkan untuk berhati-hati. Sebab, tegas dia lagi itu penipuan. “Hati-hati, kalau ada tawaran kenaikan jabatan,”kata dia Supian menyarankan.(ade/irw)