RICKY/RADAR DEPOK FOTO BERSAMA: Rhoma Irama foto bersama Lurah Sukamaju Sumarna, DKM dan pengurus RT/RW di Masjid Al Itihad yang berada di Kelurahan Sukamaju, Cilodong.
RICKY/RADAR DEPOK
FOTO BERSAMA: Rhoma Irama foto bersama Lurah Sukamaju Sumarna, DKM dan pengurus RT/RW di Masjid Al Itihad yang berada di Kelurahan Sukamaju, Cilodong.

Berkunjung ke Kelurahan Sukamaju, Cilodong Depok, Raja Dangdut Indonesia, Rhoma Irama didaulat menjadi penceramah dan Imam saat Salah Jumat (29/9) di Masjid Al Itihad yang berada di lingkungan RW04 kelurahan setempat.

Laporan: RICKY JULIANSYAH

Saat mendengarkan khutbah Jumat, jamaah di Masjid Al Itihad, meski shaf bagian belakang, tentunya langsung mengenal suara pengisi Khutbah Jumat pada 29 September 2018.

Bagaimana tidak, pengisi khutbah kali ini merupakan orang terkenal di antero nusantara, khususnya pencinta musik dangdut.

Ya, yang mengisi khutbah di Masjid Al Itihad Kelurahan Sukamaju baru pada penghujung bulan September ini sudah pasti Rhoma Irama.

Dalam khutbahnya, peraih gelar doktor honoris causa dari American University of Hawaii dalam bidang dangdut ini mengambil tema Tahun Baru Islam.

Diketahui pada 21 September kemarin memang bertepatan dengan 1 Muharram 1439 hijriah, dimana menjadi tahun baru dalam kalender Islam.

Selain mengisi khutbah, pria kelahiran Tasikmalaya 11 Desember 1946 ini juga menjadi imam dalam Salat Jumat di masjid yang berada di lingkungan kantor Kelurahan Sukamaju, Cilodong.

Rupanya, mengambil khutbah Jumat tidak kali ini saja, Rhoma Irama yang juga Ketua Umum Partai Islam damai Aman (Idaman) ini juga sering melakukannya di masjid-masjid yang ada di Kelurahan Sukamaju.

Bagaimana tidak, pentolan Grup Soneta ini memiliki rumah di wilayah Kelurahan Sukamaju, Cilodong.

Hal tersebut pun diakui, Lurah Sukamaju, Sumarna yang saat itu melaksanakan Salat Jumat di Masjid Al Itihad. “Beliau sering ambil khutbah di masjid wilayah Sukamaju, mungkin karena ada fasilitas rumah beliau di Sukamaju,” tutur Sumarna.

Menurut lurah yang memiliki kumis khas ini, pada hari itu, Rhoma Irama tidak memiliki agenda lain, selain mengisi khutbah dan menjadi imam.

“Beliau hanya khutbah merangkap Imam, di luar itu langsung informasinya ke Jakarta,” ucap Sumarna. (*)