BERBELANJA : Pengunjung sedang memilih barang yang akan dibeli di salah satu mini market di kawasan Beji, Kota Depok, kemarin. Foto : Ahmad Fachry/Radar Depok
BERBELANJA : Pengunjung sedang memilih barang yang akan dibeli di salah satu mini market di kawasan Beji, Kota Depok, kemarin. Foto : Ahmad Fachry/Radar Depok

RADAR DEPOK.COM – Viralnya terkait perbedaan harga yang sering ditemui dibeberapa minimarket, bukan tong kosong nyaring bunyinya. Merebaknya kasus tersebut membuat Radar Depok menelusuri kebenarannya. Jurnalis Radar Depok, Febrina mencoba cari tahu masalah tersebut.

 Tiga hari lalu bunda anak dua yang mengenakan pakaian longdres siap-siap belanja ke mini market. Sebut saja IBU (inisial), tepat pukul 12:00, perempuan berpakaian berkelir merah bercampur kembang putih ini beranjak ke salah satu mini market dibilangan Kecamatan Sumajaya.

Mini market berwarna putih dengan logo khasnya ramai siang itu. Perempuan berusia 32 tahun ini kemudian masuk mencari barang-barang yang dibutuhkan. Secara cermat IBU mulai memilih produk, satu persatu harga produk yang tertera dirak ditelitinya. Nah masalah itu akhirnya mengemuka. Ketika IBU sedang membeberkan barang belanjaanya di depan kasir, harga barang belanjaan mulai discan kasir.

Selepas jumlah harganya ditotal, ternayata beberapa barang yang dibeli IBU ada yang beda harga dengan yang dibandrol dirak. Lantas membuat perempuan yang tinggal di Kelurahan Mekarjaya ini naik pitam. IBU mengaku, kesal karena seringkali mendapatkan perbedaan antara harga yang ditempel di dekat produk yang dijual, dengan harga yang di kasir.

Umumnya konsumen harus membayar harga yang tertera di scan-an kasir. “Masa iya terus-terusan alasan belum diganti, terus kerjanya apa, seharusnya lebih teliti. Kalau seperti konsumen dirugikan. Contohnya produk makanan anak yang seharusnya harga Rp3.000, tapi setelah di kasir menjadi Rp4.000,” ujarnya.

Perempuan berusia 32 tahun ini menuturkan, disini bukan persoalan rupiah yang tidak seberapa. Namun, jika dilakukan terus-menerus tentu merugikan dalam jumlah besar. Biasanya ada perbedaan sekitar seribu atau beberapa kali ada yang lebih dari itu.

jika memang alasannya belum diganti seharusnya langsung dicopot, dan digantikan dengan yang baru. Selisih harga tersebut seperti sudah menjadi permainan pihak minimarket. Pasalnya, setiap bulannya selalu saja terjadi. Kalau memang kesalahan cukup sekali dan bukan dibiarkan terus terjadi. “Kalau salah biasanya sekali dan diperbaiki, ini hampir setiap bulan selalu ada saja beberapa produk yang salah tempel harga,” ungkapnya.

Radar Depok coba mengonfirmasi ke mini market yang dimaksud. Kepada Koran Depok Sesungguhnya (Slogan Radar Depok), karyawan minimarket di Sukmajaya, (IY) membenarkan, kejadian tersebut pernah terjadi. Memang terkadang ada harga promo baru yang berlaku, sehingga harga yang tertempel belum diganti.

Sedangkan harga yang resmi memang yang ada di sistem komputer kasir. Biasanya ketika ada perubahan harga, semua dimasukkan melalui komputer dan baru di print. Setiap bulannya memang sering ada promo, biasanya ada promo bulanan ataupun dua mingguan bahkan promo lainnya. Oleh karena itu perbedaan harga yang ditempel dengan yang dikasir bisa berbeda. “Semua harga yang benar ada di kasir, kalau ditempel kadang belum diganti, tapi tidak lama dan langsung ditukar dengan yang baru,” tutup IY. (ina)