DICKY/RADARDEPOK PEDULI: Kepala Taspen Depok, Tris Putranto (dua kanan) Saat memberikan CSR kepada Pondok Pesantren Darus Sholihin Kelurahan Bedahan Kecamatan Sawangan, kemarin.
DICKY/RADARDEPOK
PEDULI: Kepala Taspen Depok, Tris Putranto (dua kanan) Saat memberikan CSR kepada Pondok Pesantren Darus Sholihin Kelurahan Bedahan Kecamatan Sawangan, kemarin.

BEDAHAN,DEPOK – PT Taspen cabang Kota Depok menunjukan langkah peduli untuk dunia pendidikan. Kemarin, Taspen cabang Kota Depok menjalanka program Corporate Social Responsibility (CSR) di Pondok Pesantren (Ponpes) Darus Sholihin, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan.

Kepala Taspen Cabang Kota Depok, Tris Putranto mengatakan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang asuransi tabungan hari tua maupun dana pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS), menunjukan kepeduliannya akan pendidikan di Kota Depok.

“Kami menindak lanjuti bantuan dari Taspen pusat, agar membantu pengembangan sarana pendidikan Ponpes Darus Sholihin,” ujar Tris kepada Radar Depok, Kamis (28/9).

Tris menjelaskan, bantuan CSR yang diberikan sebesar Rp35 juta. Tahun ini pihaknya telah memberikan lima bantuan CSR ke dua musala, dua Ponpes, dan merehab rumah. Kedepannya, Taspen akan berusaha membantu masyarakat baik dibidang pendidikan, ekonomi, maupun dibidang lainnya.

Tris mengungkapkan, masyarakat yang ingin meminta bantuan diharapkan tidak terbujuk dengan oknum yang mengatas namakan Taspen maupun sebagai perantara Taspen. Dia meminta, apabila masyarakat ingin meminta bantuan Taspen, diharapkan guna datang langsung ke kantor Taspen cabang Kota Depok.

“Datang langsung ke kantor temui saya atau bagaian umum,” terang Tris.

Sementara itu, Kepala Seksi Umum dan SDM, Mei Kuspiatiningsih menuturkan, Taspen memiliki Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL). Program PKBL diguliarkan setiap tahun, dengan sasaran meningkatkan ekonomi di daerah. Tahun ini, Taspen telah mengganggarkan sebesar Rp300 juta, sedangkan yang sudah tersalurkan sebesar Rp286 juta.

Mei mengatakan, Taspen telah menyalurkan PKBL kepada 10 mitra Taspen. Dalam prosesnya PKBL merupakan bantuan usaha kredit menengah yang nantinya akan dikembalikan maksimal selama tiga tahun. Pinjaman yang diberikan sebesar Rp75 juta, dengan suku bunga sebesar enam persen.

“Awalnya kami memberikan kepada PNS yang memiliki usaha, namun apabila disekitar kami ada yang membutuhkan, akan kami layani,” tutup Mei. (dic)