DEPOK–Ultras Persikad marah tim kesayangannya akan dipindahkan ke Lampung atau Pontianak. Pendukung setia Persikad ini menilai Pemerintah Kota Depok gagal mengelola hiburan para pencinta sepak bola Kota Depok.

Salah satu anggota Ultras Persikad, Keling mengatakan, sangat kecewa dan menyesalkan sikap Pemerintah Kota Depok yang seolah tak mau untuk mengambil kembali Persikad.

“Sangat kecewa sekali kepada Pemkot Depok kenapa tidak usahanya untuk mempertahankan Persikad,” kata Keling kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Ia menambahkan, Persikad merupakan ikon persepakbolaan Kota Depok, apabila Persikad telah diambil pihak lain, maka hilang juga ikon persepakbolaan Kota Depok.

“Dulu ada pendukungnya namanya Depok Mania (Dema), tapi bubar, karena isu perpecahan yang selalu timbul di tubuh Persikad,” lanjut Keling.

Menurut Keling, isu perpecahan Persikad kerap terjadi setiap tahunnya. Setiap selesai liga atau kompetisi ia mengatakan, pasti Persikad di beritakan bubar, pindah kandang atau di jual.

“Iya emang selalu begini, jadi berita seperti ini udah ga asing lagi bagi saya dan kawan-kawan, itu pula yang membuat kami para pendukung gerah,” lanjutnya.

Keling menambahkan, salah satu contohnya adalah pada musim tahun ini. Menurutnya, Persikad hampir gagal mengikuti kompetisi karena dirundung isu pembubaran tim berjuluk “Macan Margonda” tersebut.

“Untungnya ada seseorang yang ingin menolong Persikad untuk bertanding di liga 2,” bebernya.

Keling mengatakan, apabila benar Persikad dijual pada pihak lain pada tahun ini, ia tidak akan tinggal diam. Seperti pada beberapa tahun lalu saat Persikad di jual ke purwakarta. Keling bersama teman-temannya di Ultras sempat turun ke jalan untuk mengembalikan Persikad ke Depok.

“Saya pribadi belom denger juga, tapi pasti kawan-kawan ultras tidak bisa diem aja,” pungkasnya.

Mantan Striker Persikad, Abdul Manan mengatakan, prestasi yang dimiliki Macan Margonda sudah sangatlah banyak, dan ia pun menyayangkan dan tidak rela apabila Persikad dijual ke pihak lain.

“Perkembangan Persikad pesat, mulai dari Divisi 2, Divisi 1 hingga Divisi Utama. Jadi sayang aja kalau dijual,” kata pemain sempat bergabung dengan Persikad selama 2002-2010 tersebut.

Pria yang pernah bermain dengan Persija Timur tersebut mengatakan, Pemerintah Kota Depok, harus mengupayakan agar Persikad dapat kembali bermain di Depok. “Perjalanan Persikad sangat panjang, kalau dilepas begitu saja kan sayang,” lanjut Abdul.

Ketua KONI Kota Depok, Amri Yusra mengatakan, ia tidak dapat melakukan intervensi terhadap Persikad, karena, Persikad tidak berada di bawah KONI, melainkan berdiri sendiri.

“Karena Persikad sudah profesional jadi tidak berada dibawah Askot PSSI Kota Depok,” kata Amri saat dikonfirmasi Radar Depok.

Amri mengatakan, para pencinta sepak bola Kota Depok tak perlu khawatir, karena saat ini Kota Depok telah memiliki tim baru yakni Depok United. Meskipun masih di Liga 3, namun ia mengatakan optimis terhadap Depok United.

“Depok United mungkin bisa menjadi pengganti Persikad, meskipun masih amatir, tapi masih ada harapan Depok United jadi tim kebanggaan Depok yang baru,” pungkasnya.(ade)