DEPOK-Camat dan lurah yang kinerjanya standar atau biasa-biasa saja siap-siap digeser. Penegasan itu dilontarkan orang nomor satu di Kota Depok, setelah mengevaluasi pejabat wilayah tersebut selama satu tahun.

Walikota Depok, Mohammad Idris menyebutkan, kurun waktu satu tahun belakangan ini fokus memperhatikan kualitas dan propesional, kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Depok. Perhatian ini untuk kinerja pelayanan dan kinerja ASN kepada masyarakat Kota Depok, khususnya ASN di tingkat kelurahan dan kecamatan.

“Saya bukan diam saja tapi mengevaluasi dan memantau kinerja ASN,” kata Idris kepada Harian Radar Depok, belum lama ini.

Idris mengatakan, ternyata banyak lurah maupun camat yang bekerja dibawah standar. Meski dalam penyeleksian oleh tim independen sebelum dilantik cukup bagus.

Tapi, saat menjabat jauh dari harapan yang diinginkan untuk memberikan pelayanan maksimal ke masyarakat. Akibatnya banyak program yang jalan ditempat, atau masih belum maksimal dari target yang diharapkan.

Tidak ada kata lain, sambungnya selain menganti dan mencopot lurah maupun camat yang bersangkutan. Idris menegaskan, ini hasil dari evaluasi selama ini yang dilakukan Pemkot Depok. “Tunggu saja waktunya sekarang masih belum tepat, karena mereka yang dinilai tak berkualitas masih diberikan kesempatan untuk merubah kinerjanya,” tuturnya.

Untuk meningkatkan program kerja Pemkot Depok tentunya, lanjut dia, dibutuhkan ASN yang berkualitas dan mampu melaksanakan tugas yang diberikan. “Terlebih dalam memberika pelayanan ke masyarakat baik administrasi kependudukan, surat menyurat maupun penangganan masalah di lingkungannya,” katanya.

Permasalahan yang belakangan terjadi di Kota Depok tidak lepas dari kekurangan personil yang dapat atau bisa menjadi jembatan komunikasi antara Pemkot Depok, dengan berbagai instansi di Kota Depok. “Setahun ini saya berupaya merangkul semua komponen, agar terjalin komunikasi yang baik untuk kemajuan pembangunan Kota Depok,” tutupnya.(irw)