RADAR DEPOK.COM – Walikota Depok Mohammad Idris mengatakan, keluhan dan laporan dari masyarakat soal dampak SSA sudah ditampung.  Dan terus dilakukan evaluasi hingga hasil keputusan dari berbagai komponen yang terintergritas, terdiri dari Dishub, Polresta Depok, komunitas pedagang, dan masyarakat yang terkena jalur uji coba SSA.

“Semua laporan sudah kami tampung, nanti Pemkot Depok dan Polres akan merampungkan akhirnya akan diputuskan sebagai kebijakan akhir,” kata Idris kepada Harian Radar Depok usai meresmikan Kampung Panahan di Kelurahan Tanah Baru, kemarin.

Sambil menunggu keputusan antara Pemkot dan Polresta Depok, pria lulusan Pondok Pesantren Gontor Ponorogo Jawa Timur itu menyebutkan SSA bukanlah kebijakan permanen atau seumur hidup. “Mungkin tidak sampai hari kiamat lah. Tentunya kami terus evaluasi setiap bulan bahkan tahunan,” terang Idris.

Kata dia, SSA harus dilihat dari sisi jarak tempu lalu lintas, dan efektifitasnya. Namun, ada pula yang menilai tidak efektif dan berdampak SSA pedagang ada yang dirugikan, tapi Idris mempertanyakan,  dari segi apa yang dirugikan ?.

“Bila SSA lebih kepada masalahat masyarakat banyak kami akan utamakan. Tapi bila mudorotnya lebih besar, sampai merugikan segala macam, kenapa tidak kita gagalkan dan delete (program SSA),” ungkap dia.

Ia menambahkan, hasil dari kajian Dishub Depok program SSA dinilai sangat fektif dari sisi jarak lalu lintas. Begitu pula masukan dari TNI pun sama efektif. “Sedangkan dari Polresta Depok masih menungu kajian pakar dan konsultan. Ini masih dalam kajian terus,” ungkap Idris. (irw).