INDRA/RADARDEPOK MERAWAT: Warga Bianaan P2WKSS, Raden Sutiana sedang mengecek keadaan tanaman milik warga di lokasi P2WKSS.
INDRA/RADARDEPOK
MERAWAT: Warga Bianaan P2WKSS, Raden Sutiana sedang mengecek keadaan tanaman milik warga di lokasi P2WKSS.

PANCORANMAS,DEPOK – Terbatasnya lahan di lokasi pelaksanaan Program Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) di RT01, 03, 07 RW15, Kelurahan/Kecamatan Pancoranmas, tidak menjadi alasan bagi warga untuk tidak bisa bercocok tanam. Dengan sisa pekarangan seadanya, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok ingin warga bisa bercocok taman.

Kepala DKPPP Kota Depok, Farah Mulyati mengatakan, ajakan tersebut didukungnya dengan memberikan bantuan ke lokasi Program P2WKSS, yakni 80 bibit buah, 100 bibit sayur dalam bentuk kemasan, 50 polibag tanaman toga yang terdiri dari 12 jenis, serta pelatihan untuk pengembangan dan pengolahannya.

“Walaupun lahan terbatas, tetap kami beri pelatihan berupa pembudidayaan tanaman hidroponik maupun tanaman di dalam pot,” ujarnya.

Dirinya juga berusaha untuk memberikan pemahaman kepada warga di lokasi P2WKSS, untuk tidak bergantung pada tanah. Sebab, teknologi pertanian kini sudah semakin maju, hal tersebut dilihat dengan banyaknya cara yang dapat digunakan untuk bercocok tanam, salah satunya dengan media pengganti wadah.

“Hampir semua tanah di lokasi P2WKSS sudah menjadi tembok, tapi kita nggak putus asa. Teknologi pertanian sudah semakin canggih, kita bisa menggunaan cara hidroponik, vertikal garden, dan sekam,” ucapnya.

Ia menyebutkan, beberapa bibit tanaman yang diberikan kepada warga di lokasi P2WKSS adalah bibit cabai, tomat, pakcoy, tanaman kumis kucing, lidah buaya, jahe, kunyit, daun dewa, sambung nyawa, ganda rusa, miana merah, pohon pepaya, lidah buaya, daun jinten, daun karuk dan lain-lain.

“Kami akan terus pantau perkembangannnya dan mendampingi sampai bibitnya besar,” tutupnya. (cr1)