AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK NOBAR G30S/PKI : Para prajurit TNI dan warga sedang menyaksikan film G30S/PKI pada acara nonton bareng di Lapangan Madivif 1, Kostrad, Cilodong, Jumat (29/9) malam.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK NOBAR G30S/PKI : Para prajurit TNI dan warga sedang menyaksikan film G30S/PKI pada acara nonton bareng di Lapangan Madivif 1, Kostrad, Cilodong, Jumat (29/9) malam.

DEPOK–Tanggal 30 September merupakan sejarah kelam bagi bangsa Indonesia maupun TNI AD. Di tanggal tersebut, telah terjadi peristiwa yang sangat memilukan. Tujuh jenderal yang tidak berdosa yang diisukan tergabung dalam Dewan Jenderal, dibantai secara keji oleh anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Peristiwa tersebut kemudian diperingati setiap tahunnya sebagai peristiwa G30 S PKI. Tak hanya peringatan setiap tahunnya, sebuah film yang disutradarai Arifin C Noer dengan judul Penumpasan Pengkhianatan G30 S PKI, juga dibuat sebagai langkah untuk terus mengingat peristiwa tersebut.

Film yang kerap diputar pada zaman pemerintahan Presiden Soeharto (Orde Baru) tersebut, sempat hilang dari peredaran. Namun kini, film tersebut kembali digaungkan, untuk mereview kembali kekejaman PKI pada zaman tersebut. Berbagai kelompok kembali menggelar nonton bareng film tersebut, salah satunya Markas Divisi Infanteri 1 (Divif 1) Kostrad Cilodong.

Jumat (29/9) sekitar pukul 19.30 WIB, ratusan orang mulai dari masyarakat biasa hingga prajurit Kostrad berkumpul di Lapangan Hitam Madivif 1 Kostrad Cilodong. Dilokasi telah disiapkan layar berukuran jumbo lengkap dengan pengeras suara dan proyektor.

Asisten Teritorial (Aster) Divif 1 Kostrad, Kolonel Inf Nyamin mengatakan, pemutaran film tersebut tidak sama sekali mengorek kembali luka lama, melainkan bertujuan sebagai upaya TNI AD untuk mengingat kembali dan menyebar luaskan fakta-fakta nilai sejarah bagi seluruh anak bangsa.

“Khususnya generasi muda saat ini, saya yakin sebagian anak muda saat ini belum mengenal apa itu G30 S PKI karena belum lahir dizaman itu,” kata Nyamin kepada Harian Radar Depok.

Setelah sejarah tersebut diperlihatkan kembali, lanjut Nyamin, diupayakan agar tidak lagi terjadi peristiwa pahit tersebut. mengingat saat ini mulai bermunculan provokasi dan isu bangkitnya partai yang besar pada zaman orde lama tersebut.

“Saat ini seperti kita sering dengar di media sosial maupun pemberitaan media online, ada upaya PKI bangkit kembali, untuk itu agar film ini dapat merefleksikan betapa kejamnya PKI kepada para jendral waktu itu,” pungkasnya.

Meskipun cuaca di selimuti hujan deras, antusiasme masyarakat yang telah datang tidak menyurutkannya, mereka menepi di tenda-tenda yang telah disediakan dan mata tetap tertuju pada layar.

Ada sedikitnya 1.500-an peserta yang terdiri dari personel Divif 1 Kostrad mulai dari Kostrad Cibinong, Ciluar, dan Cijantung, ditambah ibu ibu dari Persatuan Istri Tentara (Persit) dan masyarakat sekitar.

Camat Cilodong, Mulyadi yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengatakan, pihaknya mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh Divif 1 Kostrad Cilodong tersebut, pasalnya selain untuk mengingat catatan sejarah, kegiatan tersebut juga sebagai hiburan bagi masyarakat.

“Ini juga dapat mendekatkan TNI dengan rakyat, terimakasih Divif 1 Kostrad Cilodong,” ungkap Mulyadi yang turut didampingi Lurah Cilodong, Nyoman Budiarsa.(ade)