PEBRI/RADAR DEPOK BANTUAN: Kabid Sarpras Dinas Pendidikan Kota Depok, Sariyo Sabani (duduk, kanan) sedang memeriksa absen sekolah yang menerima bantuan modul alat peraga pembelajaran, Rabu (18/10).
yamaha-nmax
PEBRI/RADAR DEPOK BANTUAN: Kabid Sarpras Dinas Pendidikan Kota Depok, Sariyo Sabani (duduk, kanan) sedang memeriksa absen sekolah yang menerima bantuan modul alat peraga pembelajaran, Rabu (18/10).

DEPOK – Sebanyak 45 SD negeri dan 20 SMP negeri di Kota Depok yang mendapatkan bantuan modul dan alat peraga pembelajaran IPA dilatih menggunakan alat tersebut. Kegiatan yang diadakan di SMPN 2 Depok diadakan selama tiga hari, dari Rabu (18/10) sampai Jumat (20/10).

Kabid Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pendidikan Kota Depok, Sariyo Sabani mengatakan, pelatihan yang diadakan untuk perwakilan sekolah yang mendapatkan bantuan tersebut, agar setelah menerima bantuannya, mereka bisa menggunakannya dengan baik dan benar.

Baca Juga  SDN Anyelir 1, Tiap Rombelnya 28 Siswa

Guru juga bisa menyampaikan materi yang sesuai dengan alat peraga tersebut. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasi Sarpras SMP, Sutarno dan Kasi Sarpras SD, Ahmad Suhada.

“Sebelumnya mereka sudah menerima alat peraganya, jadi ini adalah pelatihan untuk penggunaannya agar sesuai dengan tujuan dari alat peraga tersebut,” katanya.

Sariyo menuturkan, sekolah yang menerima bantuan tersebut, adalah sekolah yang telah mengajukannya ke Dinas Pendidikan Kota Depok, jadi pengadaannya berasal dari APBD Kota Depok tahun anggaran 2017. Tetapi, ada enam SMPN yang tidak mendapatkan bantuan tersebut, yakni SMPN 4, 5, 6, 7, 8 dan 12.

“Jangan sampai sekolah yang sudah mendapatkan bantuan tersebut, tidak tahu cara menggunakan dan bagaimana cara menyampaikan materinya agar tepat sasaran.

Baca Juga  Raih Medali IOEC 2018 SDIT-SMPIT Darul Abidin Harumkan Kota Depok di Internasional

Sariyo menuturkan, pengadaan modul alat peraga untuk sekolah sangat penting, karena bisa menambah pengetahuan untuk siswa. Pembelajaran yang menggunakan alat peraga, tentunya akan lebih mudah dipahami siswa, dimana mereka bisa mempraktikannya langsung dan pastinya akan lebih paham.

“Segala materi yang dikerjakan siswa secara langsung, akan lebih mudah terekam dalam ingatan siswa. Jadi, akan lebih kaya manfaat jika memberikan materi ke siswa dibantu dengan alat peraga,” katanya. (peb)