INDRA/RADAR DEPOK MELAWAN LUPA: Ferdy Jonathans menunjukkan foto bersejarah Kota Depok yang ada di gedung YLCC.
INDRA/RADAR DEPOK
MELAWAN LUPA: Ferdy Jonathans menunjukkan foto bersejarah Kota Depok yang ada di gedung YLCC.

Sejak bergabung di Yayasan Cornelis Chastelein (YLCC) 21 tahun silam, Ferdy Jonathans mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk terus memperjuangkan agar masyarakat dan aset milik Kota Depok yang masih tersisa bisa tetap eksis dan dikenal oleh generasi muda.

LAPORAN: INDRA ABERTNEGO

 

Di sebuah bangunan megah tempat Ferdy biasa menghabiskan waktu di gedung YLCC, Ferdy menunjukkan sejarah Kota Depok yang cukup panjang.

Jauh sebelum Indonesia merdeka, Kota Depok ternyata sudah memiliki tatanan pemerintahan sendiri yang berbentuk Republic.

“Depok ini usianya sudah mencapai 300 tahun lebih. Jadi saya selalu mengatakan bahwa usia Kota Depok bukanlah 18 tahun,” kata Ferdy saat berbincang dengan Radar Depok di sebuah meja bundar besar yang memiliki nilai sejarah tersebut.

Ferdy melanjutkan, pada tahun 2016 dia baru saja membentuk sebuah komunitas pencinta alam, yakni Komunitas Ciliwung Panus.

Komunitas itu dia bentuk sebagai satuan tugas (satgas) yang fokus untuk melestarikan Sungai Ciliwung dan Jembatan Panus.

“Saya ingin merangkul generasi muda Depok untuk menjaga kelestarian jembatan itu, mengingat banyak nilai-nilai sejarah yang terkandung dalam pembuatan jembatan tersebut,” katanya.

Ferdy mengaku mendapat banyak rintangan ketika menjalani profesi sebagai pengurus di YLCC.

Termasuk pertentangan dari beberapa tokoh di Kota Depok kala Ferdy berniat membangun kembali salah satu tugu yang menjadi tonggak sejarah pembebasan perbudakan di Kota Depok.

“Tahun 2014, waktu saya mau membuat kembali tugu yang ada di Rumah Sakit Harapan ada beberapa tokoh agama yang menentangnya,” ucapnya.

Namun berkat kegigihan dan niat tulus untuk menjaga situs peninggalan sejarah Kota Depok, akhirnya tugu tersebut diizinkan untuk didirikan kembali.

“Saat ini saya sedang fokus untuk terus menggalakkan agar Jalan Pemuda dijadikan cagar budaya oleh Pemerintah Kota Depok,” katanya. (*)