AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK AKAN SEGERA DIBANGUN : Warga sedang berjalan di depan lahan yang akan dibangun Alun-Alun Kota Depok di kawasan Grand Depok City, kemarin.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
AKAN SEGERA DIBANGUN : Warga sedang berjalan di depan lahan yang akan dibangun Alun-Alun Kota Depok di kawasan Grand Depok City, kemarin.

DEPOK-Bila tak ada aral melintang 2018 pembangunan Alun-alun Kota Depok bisa direalisasikan. Dengan dana sebesar Rp30 miliar ditahap pertama, alun-alun akan dibagi menjadi tiga zona dengan luas 3,2 hektar.

Kepala Bidang Perencanaan Tata Bangunan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok, Dadan Rustandi mengatakan, rencana pembangunan alun-alun Kota Depok, merupakan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021 Walikota dan Wakil Walikota ini akan dilaksanakan 2018.

Pembangunan itu direncanakan dengan konsep ramah keluarga dan lebih banyak ke ruang terbuka hijau sebesar 75 persen. Ini sesuai Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Ada pun di Pasal 28 mengenai Pemerintahan Kota menyediakan Ruang Terbuka Hijau dan Ruang Terbuka Non Hijau.

“Pembahasan penbangunan ini telah didiskusikan dalam Fokus Grup Discation (FGD) Kota Depok bersama Walikota Depok Mohammad Idris pada Senin (2/10),” kata Dadan kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Rencana pembangunan alun-alun Kota Depok dibangun di atas lahan 3 hektar dan ditambah lagi fasum Grand Depok City seluas 3.000 meter persegi, jadi luas totalnya 3,3 hektar. “Dibangun 2018 dengan dana sebesar kurang lebih Rp 30 miliar ini untuk tahapan pembangunan awal,” beber Dadan.

Namun, dana masih dalam persetujuan Pemerintahan Provinsi Jawa Barat untuk tahap awal pembangunan. “Ditargetkan selesai 2019 sudah selesai,” jelas Dadan.

Dalam pembangunan Alun-alun Depok, sambung dia, banyak indikator untuk tata bangunan yang akan diimplementasikan nanti. Antara lain harus ada pojok ramah anak, ruang menyusui,ruang toilet terpisah pria dan wanita. Terlebih harus ada leadis pakir, ibu hamil dan lansia, tentunya space difebel. “Hal itu sesuai intruksi Walikota Depok Mohammad Idris, yakni 463/0363-1 DPA PMK, tentang upaya percepatan pengarusutaman gender dalam rangka pemberiaan pelayanan responsif gender di Kota Depok,” ujarnya.

Nantinya juga pembangunan alun-alun akan dibagi tiga zona, seperti zona interaksi sosial untuk mewadahi masyarakat Depok khususnya. Sedangkan zona budaya dan pendidikan nantinya sebagai bentuk kepedulian Pemkot Depok mencerdaskan warganya.

Lalu zona ekonomi kata dia, akan dibangun tempat griya pameran makanan dan konsultasi kemasan produk serta area food court UMKM.

Tentunya, sambung Dadan pihaknya akan mengandeng OPD terkait sebagai tim teknis, seperti DKUM, DLHK, Disporyata, Disperindagin, DPA PMK,dan Diskominfo. Sedangkan untuk tim teknis di luar Pemkot Depok adalah Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia, Ikatan Arsitek Indonesia, dan Civitas Akamdemik yaitu Departemen Arsitektur Universitas Indonesia.

“Sesuai Undang-Undang 70 persen ruang terbuka hijau pembangunan alun-alun tersebut,” bebernya.

Kasie Perencanaan Tata Bangunan Dinas Rumkim Kota Depok Veny Apriola mengatakan, untuk pembangunan alun-alun untuk desainya melibatkan masyarakat Kota Depok.

Nantinya akan ada sayembara desain gambar alun-alun. Ini kata dia permintaan Walikota Depok. “Pak Walikota yang minta agar masyarakat Depok terlibat,” kata Veny.

Sayembara desain gambar alun-alun kata Veny akan dilakukan di tahun ini setelah tim teknis mendapatkan persetujuan Walikota Depok tentang konsep pembangunan alun-alun tersebut. “Sayembaran ini tentunya melalui BLP Depok untuk diumumkan,” kata dia. (irw)