Sufari, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Depok.

DEPOK–Kejaksaan Negeri Kota Depok (Kejari) Depok, pastikan berita yang beredar terkait penetapan, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Depok, Titik Nurhayati sebagai tersangka, hoax. Dalam berita yang diunggah media online, berisikan Kejari menetapkan Titik sebagai tersangka, dalam kasus korupsi anggaran publikasi Pilkada Kota Depok tahun 2015 sebesar Rp 2,2 miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Depok, Sufari menegaskan, belum ada penetapan tersangka baru terkait kasus korupsi anggaran Pilkada Kota Depok 2015. “Tidak ada penetapan tersangka baru dari Kejaksaan Negeri Kota Depok,” kata Sufari kepada Radar Depok saat ditemui diruangannya, Rabu (11/10).

Sufari menjelaskan, pihaknya memang sedang melakukan kasasi ke Mahkamah Agung terkait kasus itu. Namun, kasasi tersebut bukan hendak mencari tersangka baru, namun membuktikan kepada terpidana Fajri menikmati uang tersebut dan wajib mengembalikannya kepada negara.

“Saat inikan Fajri hanya dijatuhi hukuman kurungan, dan belum diwajibkan mengembalikan uang itu, makanya kami sedang melakukan kasasi ke Mahkamah Agung kalau mengenai kasus itu,” lanjut Sufari.

Sufari melanjutkan, kasasi yang diajukan ke Mahkamah Agung telah diajukannya beberapa bulan yang lalu, dan hingga kini belum juga mendapatkan putusan dari MA. “Kami pun masih menunggu, semua kewenangan MA,” terangnya.

Agar tidak terjadi kegaduhan, Sufari memastikan, berita yang dibuat oleh salah satu media online tersebut adalah bohong. Dan dirinya mengaku tidak pernah dikonfirmasi oleh media tersebut. “Nama medianya pun baru saya dengar, saya belum pernah diwawancara, seharusnya terkait pemberitaan harus melalui saya,” lanjut Sufari.

Berita yang berjudul “Diduga Korupsi Anggara Pilkada, Ketua KPUD Depok Ditetapkan Tersangka” tersebut, juga mencatut nama Kasi Pidana Khusus Kejari Kota Depok, Daniel De Rozari. Namun, saat dikonfirmasi, Danil mengaku tidak merasa diwawancara.

“Saya tidak pernah diwawancara, kok apalagi bertemu, saya sedang di Bandung,” kata Daniel saat dihubungi Radar Depok.

Daniel mengaku, bingung jika ada media yang mencatut namanya terkait pemberitaan tersebut. Padahal, sama sekali tidak memberikan konfirmasi apapun kepada media tersebut. “Kalau mau tau info itu langsung saja ke Kepala (Kajari), saya bingung kenapa nama saya yang dicatut, ya lihat saja perkembangannya setelah saya pulang dari Bandung,” tandansnya.(ade)