RAMA SAKTI/RADAR DEPOK SEMOGA DIMUDAHKAN: Lurah Sukmajaya, Ketua RW10, Ketua DKM, tokoh agama dan masyarakat berdoa untuk kelancaran pembangunan Masjid Jami Nurul Hikmah.
RAMA SAKTI/RADAR DEPOK
SEMOGA DIMUDAHKAN: Lurah Sukmajaya, Ketua RW10, Ketua DKM, tokoh agama dan masyarakat berdoa untuk kelancaran pembangunan Masjid Jami Nurul Hikmah.

SUKMAJAYA,DEPOK – Bertepatan Tahun Baru Islam 1439 Hijriah, pembangunan Masjid Jami Nurul Hikmah yang sebelumnya berupa musala, dimulai dengan ditandai peletakkan batu pertama, Minggu (8/10) pagi.

Pembangunan masjid yang terletak di RW10 Kelurahan/Kecamatan Sukmajaya, diperkirakan membutuhkan dana mencapai Rp2,5 miliar.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami Nurul Hikmah, H. Muhamad Asmat mengatakan, perubahan musala menjadi masjid sesuai dengan kebutuhan warga. Selama ini, kata dia, setiap Jumat warga selalu Salat Jumat di luar RW10.

“Masjid ini merupakan wakaf dari orangtua saya. Maka sesuai kesepakatan keluarga, pengurus lingkungan, tokoh masyarakat dan warga, kita rehab menjadi masjid, supaya bisa digunakan untuk Salat Jumat,” kata Muhamad.

Total luas tanah masjid 300 meter. Sedangkan untuk dana pembangunan, Muhamad bersama seluruh warga akan mencari melalui donatur.

“Kalau dihitung-hitung dana yang dibutuhkan Rp2,5 miliar. Sesuai gambar perencanaan akan ditingkat dua lantai. Karena kita ingin lingkungan RW10 memiliki masjid yang bisa menampung banyak jamaah,” katanya.

Selain peletakkan batu pertama dimulainya pembangunan masjid, kegiatan diisi dengan pemberian santunan untuk anak yatim, janda dan dhuafa yang berdomisili di RW10.

“Untuk anak yatim ada 43 anak, janda 43 orang, dan dhuafa 28 orang. Sekaligus kita meminta doa mudah-mudahan proses pembangunan masjid dimudahkan Allah,” kata Muhamad.

Di tempat yang sama, Lurah Sukmajaya, Achmad Munandar yang didapuk meletakkan batu pertama, berdoa agar pembangunan masjid tidak menemui kendala. Dengan begitu masjid cepat selesai dan bisa digunakan untuk Salat Jumat.

“Seiring perkembanganan dan kemajuan di lingkungan RW10, musala ini memang sudah harus dipugar. Supaya warga yang menjalankan salat di musala ini bisa tertampung lebih banyak,” ujarnya.

Setelah nantinya pembangunan selesai, Amund-panggilan Achmad Munandar-ingin DKM menghidupkan kegiatan di masjid. Kegiatan bukan hanya dalam bidang keagamaan, tetapi bidang lain seperti sosial.

“Mewujudkan visi Kota Depok yang religius dimulai dari lingkungan masyarakat. Salahsatunya melalui kegiatan di bidang keagamaan dan sosial. Ya, santunan untuk anak yatim, janda dan dhuafa ini merupakan bidang sosial,” kata Amund.

Acara dihadiri ketua RW10, para ketua RT di RW10, tokoh agama dan masyarakat, ibu-ibu majelis taklim, serta aparatur Kelurahan Sukmajaya. (ram)