Depok Disiapkan 20 Inkubator, Mengutamakan Warga Miskin

In Metropolis
INDRA/RADARDEPOK
MENUNJUKAN : Juan Kurnadi (kiri) bersama Ibnu Roihan menunjukan inkubator portable yang siap dipinjamkan kepada warga Depok.

Berawal dari risetnya pada sebuah kardus yang dipasangi hiter di tahun 1994 silam, Profesor Raldi Artono Koestoer telah berhasil membuat inkubator gratis yang kini manfaatnya sudah tersebar ke 50 kota di Indonesia.

LAPORAN : INDRA ABERTNEGO

 

Siang itu suasana di sekitar Fakultaas Teknik Mesin Universitas Indonesia tidak begitu panas. Selain karena cuaca agak mendung, pepohonan yang rindang di sekitar gedung fakultas juga mampu menambah kesejukan. Kembali masuk ke dalam bangunan gedung fakultas teknik mesin, kali ini Profesor Raldi -sapaan akrabnya- sedang tidak diruangan, karena sedang melakukan kegiatan mengajar kepada mahasiswanya. Yang ada hanya dua orang asistenya yang juga merupakan tim Inkubator Universitas Indonesia yaitu, Ibnu Roihan dan Juan Karnadi.

Sambil duduk di kursi kerjanya, Ibnu Roihan menjelaskan pada Radar Depok sebelum adanya program Inkubator gratis, Profesor Raldi pernah memproduksi inkubator bersekala Rumah Sakit untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) para Alumni Fakultas teknik Universitas Indonesia pada tahun 2005. Namun, sempat koleps dan diakusisi oleh sebuah perusahaan besar dan membuat produksi masal.

“Namun itu juga gak berlangsung lama, hanya sampai tahun 2009 saja,” tutur Ibnu.

Ibnu juga menambahkan, Profesor Raldi juga pernah bekerja sama dengan puskesmas–puskesmas dan juga rumah sakit ibu dan anak di sekitar Kota Depok, namun kegiatan tersebut sudah berhenti juga. “Profesor Raldi sekarang fokus kepada pengabdian masyarakat saja,” ucapnya.

Saat ini Inkubator gratis sudah diproduksi sebanyak 130 unit dan sudah disebar di 50 kota di Indonesia. Profesor Raldi berambisi untuk dapat memperoduksi Inkubator gratis tersebut, dan dapat meminjamkanya ke 300 sampai 400 kota di Seluruh Indonesia pada Tahun 2020. Hal itu diharapkan dapat terwujud dengan banyaknya agen relawan, yang mau bergabung dengan Yayasan Bayi Prematur Indonesia yang berbasis di Jogjakarta.

“Untuk saat ini, di Kota Depok hanya ada 20 unit inkubator yang siap dipinjamkan kepada warga Kota Depok yang membutuhkan,” ucapnya.

Lebih jauh Ibnu mengatakan, selain meminjamkan inkubator secara gratis, tim inkubator gratis Universitas Indonesia atau Agen Relawan Inkobator gratis juga akan mengantar serta menjemput inkubator tersebut kepada masyarakat yang meminjam.

“Kami sengaja membuat inkubator tersebut sesederhana mungkin untuk memudahkan pengguna untuk memakainya. Tentunya kami juga akan memberikan pengajaran cara penggunaanya,” beber Ibnu.

Visi dan Misi utama darai Profesor Raldi dalam membuat program inkubator gratis tersebut adalah, untuk membantu masyarakat dengan ekonomi menengah kebawah yang mempunyai bayi prematur.

“ Profesor Raldi selalu berpesan kepada kami, jika di sini hanya ada satu inkubator dan yang membutuhkan ada dua orang yang miskin dan kaya harus diutamakan yang miskin,” ucapnya. (bersambung)

You may also read!

XL untuk pembelajaran

Belajar Online Tambah Seru? #KenapaNggak

  RADARDEPOK.COM - Masa pandemi membuat kita beradaptasi dengan banyak hal baru. Selain kita harus selalu menggunakan masker, mencuci tangan

Read More...

Cinta Tanah Air Sebagian dari Iman

  Oleh: K.H. A. Mahfudz Anwar Ketua MUI Kota Depok   KETIKA anda bilang cinta, maka pasti ada konsekwensinya. Karena setiap ucapan yang

Read More...
ilustrasi PNS ASN indonesia

Ada Lima ASN Positif Covid-19, Berikut Rinciannya

  RADARDEPOK.COM, DEPOK - Mulai menyebarnya Covid-19 di tubuh Apartur Sipil Negara (ASN), Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melakukan langkah cepat

Read More...

Mobile Sliding Menu