PRESTASI: Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna menerima Piagam Anubhawa Sasana Kelurahan, di Gedung Sate, Bandung, kemarin.
PRESTASI: Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna menerima Piagam Anubhawa Sasana Kelurahan, di Gedung Sate, Bandung, kemarin.

BANDUNG Pemkot Depok rengkuh piagam Anubhawa Sasana Kelurahan dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), kemarin. Penghargaan diterima langsung oleh Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna, di Gedung Sate, Bandung, kemarin.

Piagam Anubhawa Sasana Kelurahan merupakan penghargaan desa atau kelurahan sadar hukum. Penghargaan diberikan oleh Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Hukum dan HAM Enny Nurbaningsih dan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

Pradi menuturkan, untuk Depok, piagam diberikan kepada Kelurahan Leuwinanggung dan Duren Mekar. Sampai saat ini, tercatat sudah ada sekitar 40-an kelurahan di Kota Sejuta Maulid yang meraih penghargaan serupa.

“Mudah-mudahan yang lain (kelurahan) bisa terus terkejar,” ungkap Pradi kepada Radar Depok.

Lebih lanjut, sambungnya, ada sejumlah indikator penilaian guna merebut piagam ini, antara lain, taat pembayaran pajak diatas 90 persen, perkawinan tidak dibawah umur, angka kriminal yang rendah, tingkat narkoba yang minim, kebersihan di wilayah, serta keberadaan anak putus sekolah yang rendah.

“Saya mencatat ada sekitar enam indikator penilaian. Penilaian sendiri dilakukan beberapa waktu lalu,” ujar Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok ini.

Dari penghargaan ini, tambah Pradi, rekan-rekan di kelurahan diminta tidak berbesar hati dan jumawa. “Saya ingin penghargaan ini dapat berlanjut dan menularkan ke wilayah lain,” tegasnya.

Kata dia, di kelurahan di Depok sudah baik, otomatis berindiksi ke kenyamanan. Hal ini yang kemudian bakal menarik investor ke Depok.

“Sehingga sektor ekonomi juga akan naik,” jelas dia.

Ditanya soal langkah selanjutnya, Pradi mengatakan bila Pemkot Depok akan terus bangun kerjasama dengan unsur vertikal, stakeholder, dan masyarakat. “Apalagi kasus narkoba. Sekarang ini bukan lagi sebuah hal sederhana. Namun menjadi PR besar untuk kita sikapi dan ambil langkah-langkah strategis, guna mengurangi dan menghilangkan,” tandasnya. (jun)