DICKY/RADARDEPOK SORTIR: Kasi Pembangunan Kelurahan Pengasinan, Khairul Adyan saat menyortir SPPT di kantor Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Bojongsari, kemarin.

 

 

DICKY/RADARDEPOK
SORTIR: Kasi Pembangunan Kelurahan Pengasinan, Khairul Adyan saat menyortir SPPT di kantor Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Bojongsari, kemarin.

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan salah satu pendorong peningkatan pembangunan di Kota Depok. Untuk itu, Kelurahan Pengasinan terus menggenjot perolehan PBB yang ditargetkan mencapai Rp1.685.617.135.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

Ditengah pelayanan untuk masyarakat, terlihat Kasi Pembangunan Kelurahan Pengasinan, Khairul Adyan sedang sibuk meyortir Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT).

Ditengah kesibukannya, Adyan mengatakan, Kelurahan Pengasinan terus berupaya menggenjot masyarakat untuk segera melunasi kewajibannya dalam membayar pajak. Menurutnya, pajak merupakan sumber pendapatan daerah.

“Sebelumnya kami sudah menyebarkan SPPT kepada warga untuk melunasi kewajibannya,” ujar pria yang mengenakan kacamata itu.

Adyan mengungkapkan, tahun ini Kelurahan Pengasinan memiliki target pajak sebesar Rp1.685.617.135, dengan total 9.613 SPPT. Hingga saat ini dari informasi yang didapatkan, sebanyak 6.465 SPPT telah dibayarkan, sedangkan untuk prosentasenya sekitar 40 persen telah direalisasi.

Untuk mengejar pencapaian target, pria berkumis tersebut telah melakukan berbagai cara, mulai dari jemput bola hingga meminta masyarakat yang ingin mengajuan pelayanan administrasi tertentu, untuk melampirkan PBB yang sudah lunas.

“Kami akan terus berupaya mencapai target yang telah ditentukan,” terang Adyan.

Namun, sambung Adyan ada beberapa kendala yang menjadi permasalahan dalam pencapaian PBB, seperti surat SPPT yang ganda, alamat pemilik tanah yang sulit ditelusuri karena tidak tinggal di wilayah Kelurahan Pengasinan, dan beberapa hal lainnya.

“Dengan membayarkan PBB secara tidak langsung masyarakat ikut membantu pembangunan di Kota Depok,” tutup Adyan. (*)