Dor, Dor, Dor, Dor, Dor

In Utama
INDAH/RADAR DEPOK
BERANI: Aipda Dwi Susanto (kenakan baju bola) terkena peluru tembakan saat mengejar kawanan pelaku curanmor dan dilarikan ke klinik El Rapha, Jalan Radar Auri.

DEPOK-Dor, dor, dor, dor, dor. Dua senjata api (Senpi) menyalak di Kampung Tipar RT03/11 Kelurahan Mekarsari, Cimanggis Depok Senin (30/10). Bak film koboi, Aipda Dwi Susanto dan bandit pencuri sepeda motor (curanmor) saling buang tembakan. Apes bagi pelaku, peluru satu-satunya yang dilontarkan Dwi Susanto mampu menembus punggung dan melumpuhkan pelaku.

Kejadian itu bermula, dua orang pelaku pencuri sedang melancarkan aksinya di Superindo Kelurahan Harjamukti, Cimanggis. Satpam perbelanjaan kemudian memergoki kedua pelaku dan segera mengusirnya.

Selanjutnya, satpam tersebut menelepon polisi untuk memberitahukan kejadian tersebut. Tak lama kemudian, Aipda Dwi Susanto datang untuk mengecek keadaan di tempat perbelanjaan, dengan memakai kaos dan celana pendek layaknya masyarakat biasa.

Tidak disangka, dua orang yang diduga pelaku pencurian tersebut masih berada di sekitar pusat perbelanjaan. Dengan sigap Aipda Dwi Susanto langsung membuntuti gerak-gerik dua pelaku. Dua pelaku berhenti di Kampung Tipar, Jalan Swadaya 1, RT03/11 Kelurahan Mekarsari. Saat ingin melancarkan aksi berikutnya, salah satu pelaku turun dan satu lainnya berjaga di motor.

Saat itu, Aipda Dwi meyakini kedua pelaku ini adalah pelaku yang sama saat di pusat perbelanjaan. Sebelum sampai mencuri, aksi salah satu pelaku diketahui Aipda Dwi Susanto yang telah membuntuti kedua pelaku. Saat itu, terjadi penembakan yang mengagetkan warga sekitar Jalan Swadaya 1 antara Aipda Dwi Susanto dengan salah satu pelaku curanmor.

Kapolresta Depok, Kombes Herry Heryawan menjelaskan, baru saja kurang lebih pukul 13.30 WIB, terjadi penembakan yang dilakukann oleh salah satu pelaku curanmor kepada anggota Polres Kota Depok atas nama Aipda Dwi Susanto. Kronologisnya adalah ketika anggota melakukan patroli kemudian mendapatkan satu sepeda motor mencurigakan dan yang bersangkutan mengikuti, Aipda Dwi ini tambah yakin bahwa memang ini pelakunya, lalu dikejar salah satu pelaku dan terjadi kejar-kejaran. “Pelaku mengeluarkan tembakan akhirnya terjadi tembak-tembakan,” kata Herry saat ditemui di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Menurut Herimen -panggilan tenar Herry Heryawan-, pelaku menembak sebanyak empat kali dengan pistol rakitan jenis revolver ke arah Aipda Dwi, dan terjadi baku tembak antara pelaku dan Aipda Dwi. Dari keempat tembakan yang dilayangkan oleh pelaku, Aipda Dwi terkena peluru dari senjata api milik pelaku di bagian lengan sebelah kiri. Sedangkan Aipda Dwi menembak pelaku hanya satu kali dan langsung terkena bagian punggung pelaku.

“Anggota kita kena di lengan sebelah kiri. Saat ini sudah kita rujuk ke RS Polri Kramatjati. Kita doakan bersama tidak ada yang serius, kemungkinan hanya mengenai tulang ototnya. Lalu untuk pelaku sendiri berhasil dilumpuhkan dan tewas,” tegasnya.

Polisi mendapati barang bukti berupa kunci leter T yang biasa digunakan pelaku untuk melancarkan aksi curanmor, serta fotokopi KTP milik pelaku. Saat penembakkan terjadi, pelaku lainnya yang menjaga motor berhasil kabur dan saat ini masih dalam pencarian.

“Identitas pelaku kami dapat potongan fotokopi KTP dengan nomor seri Lampung Timur, namun masih kita cek, kalau NIK-nya kelihatan kita bisa cek dari mana asal pelaku. Pelakunya ada dua orang, dan yang satunya sedang dalam pengejaran,” ujarnya.

Beberapa saksi mata pun angkat suara terkait penembakan ini. Salah satu pemuda yang halaman rumahnya menjadi TKP tewasnya pelaku curanmor, Jundi mengaku, kaget saat pelaku sudah didapati masuk ke halaman rumahnya. Ia mengira pelaku memiliki sakit epilepsi, karena sempat mengalami kejang-kejang sebelum akhirnya meninggal.

“Saya kurang paham kronologis awalnya. Saya tahunya kejar-kejaran, dan pas tergeletak di situ (sambil menunjuk arah pelaku yang terkapar) dia posisinya sudah berdarah. Ada suara gedebuk, saya keluar, saya kira orangnya ayan eh, gak taunya berdarah. Sekitar 10 menit berdarah meninggal di situ. Pistol pelaku jatuh dibawa sama dia,” ujar Jundi.

Sedangkan saksi lainnya, Rizal salah satu warga yang membantu mengobati Aipda Dwi mengatakan, saat terjadi penembakkan dirinya kaget dan keluar. Beberapa kali Aipda meminta bantuan warga sekitar, namun tidak ada yang mempercayai bahwa Aipda Dwi adalah seorang polisi yang sedang mengejar pelaku curanmor.

“Polisi itu sudah minta tolong ke warga karena tangannya kena tembak, tapi tidak ada yang mau bantu. Karena saya kasihan akhirnya saya bawa masuk ke rumah untuk pengobatan awal. Saat itu dia hanya bilang ‘Saya polisi dari Polres Depok’,” kata Rizal kepada Radar Depok.

Dengan cekatan Rizal membantu Aipda untuk membalut lukanya guna mengurangi darah yang mengalir di lengan kirinya.

“Saya hanya membalut lukanya menggunakan baju bekas agar darahnya tidak mengalir,” ujarnya.

Rizal mengatakan, saat ia membalut luka Aipda Dwi ada seorang warga yang bergegas menuju ke rumah Rizal untuk memberikan informasi pelaku curanmor meninggal. Sontak Aipda Dwi langsung bergegas menelepon teman polisi lain dan segera meminta bantuan untuk dilarikan ke klinik terdekat, klinik El Rapha Jalan Radar Auri. “Saat saya dengan membersihkan lukanya polisi, ada warga yang mengadu kalau pelakunya meninggal, setelah itu polisinya langsung menelepon temannya dan meminta bantuan untuk dibawa ke klinik terdekat,”tutupnya. a

You may also read!

Ketua DPC Partai Hanura Kota Depok, Miftah Sunandar

Hanura Depok Mantap Dukung Pradi-Afifah

Ketua DPC Partai Hanura Kota Depok, Miftah Sunandar.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Satu lagi partai non parlemen

Read More...
walikota depok pakai masker CFD

Pisah Ranjang dengan Istri, Selamatkan Walikota Depok dari Covid-19

Walikota Depok, Mohammad Idris.   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Berkaitan dengan Elly Farida yang terpapar virus Korona (Covid-19),

Read More...
alfamidi SMK Putra Bangsa

SMK Putra Bangsa Gulirkan Alfamidi Class

LULUSAN TERBAIK : Siswa-siswa SMK Putra Bangsa yang menjadi calon peserta Program Alfamidi Class berfoto

Read More...

Mobile Sliding Menu