DICKY/RADARDEPOK GALAKKAN: PKK Kelurahan Duren Seribu bersama Lurah Duren Seribu, Ade Ahyadi dan Camat Bojongsari, Usman Haliyana dalam pencanangan Kesrag PKK KB Kesehatan dan Workshop RW Ramah Anak di kantor Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, kemarin.
DICKY/RADARDEPOK
GALAKKAN: PKK Kelurahan Duren Seribu bersama Lurah Duren Seribu, Ade Ahyadi dan Camat Bojongsari, Usman Haliyana dalam pencanangan Kesrag PKK KB Kesehatan dan Workshop RW Ramah Anak di kantor Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, kemarin.

DUREN SERIBU,DEPOK – Hampir setiap kelurahan berlomba-lomba membangun RW Ramah Anak untuk mewujudkan Depok menjadi Kota Layak Anak. Tidak ingin ketinggalan, Kelurahan Duren Seribu (Diser) sedang membangun RW Ramah Anak dengan melakukan workshop RW Ramah Anak di kantor kelurahannya, kemarin.

Lurah Duser, Ade Ahyadi mengatakan, Kelurahan Duser terus membangun RW Ramah Anak guna mendukung program Pemerintah Kota Depok, menjadi Kota Layak Anak yang saat ini berhasil meraih dalam katagori Nindya, sehingga sudah mendekat dengan Kota Layak Anak.

“Kami telah menggelar workshop pembinaan RW Ramah Anak,” Ujar Ade kepada Radar Depok, usai pelaksanaan workhsop.

Ade menjelaskan, dari 11 RW di Kelurahan Duser ada beberapa RW yang telah menjadi RW Ramah Anak, diantaranya RW02, 03, 08, 10, dan 11. Dalam pemenuhan RW ramah anak, ada beberapa aspek yang sudah dijalankan, mulai dari kelurahan mengaji, kelurahan berbudaya, dan kelurahan main silat yang semuanya dilaksanakan anak-anak Duser.

Kedepannya, sambung Ade dengan terbentuknya RW Ramah Anak, anak di Kelurahan Duser dapat terpenuhi haknya mulai dari pendidikan, kesehatan, dan menjadikan anak yang berbudaya. Guna mewujudkan hal tersebut, dia meminta peran orangtua dalam melakukan pengawasan.

“Pengawasan orang tua sangat penting dalam mendung RW Ramah Anak,” terang Ade.

Ade menuturkan, orang tua dapat membimbing dan memberikan kebutuhan anak mulai dari pendidikan dan kesehatan, serta kebebasan bermain. Untuk orang tua yang memiliki anak di usia remaja, tidak luput dari pengawasan. Dia tidak ingin remaja Duser terlibat kenakalan remaja.

“Kami bersama dengan masyarakat berusaha mengeliminir remaja dari kegiatan negatif dengan melibatkan dalam kegiatan lingkungan,” tutup Ade. (dic)