RAMA SAKTI/RADAR DEPOK TAMPUNG USULAN: Anggota F-Gerindra DPRD Depok, Turiman (berdiri) berjanji akan memperjuangkan seluruh anak yatim yang bersekolah di tingkat SD dan SMP agar biaya pendidikan digratiskan.  
RAMA SAKTI/RADAR DEPOK
TAMPUNG USULAN: Anggota F-Gerindra DPRD Depok, Turiman (berdiri) berjanji akan memperjuangkan seluruh anak yatim yang bersekolah di tingkat SD dan SMP agar biaya pendidikan digratiskan.

DEPOK – Fraksi Gerindra (F-Gerindra) DPRD Kota Depok ingin seluruh siswa yatim maupun piatu yang mengenyam pendidikan di sekolah swasta dan negeri tidak dipungut biaya, alias gratis. Fraksi Gerindra akan mendorong eksekutif (Pemkot Depok) agar menyetujui wacana ini.

“Sebenarnya saya dan anggota Fraksi Gerindra yang lain sudah merumuskan wacana ini. Tapi karena banyak kepentingan politik, maka perlu upaya serius supaya wacana ini terealisasi,” kata anggota F-Gerindra, Turiman.

Pernyataan Turiman ini disampaikan saat santunan anak yatim dan piatu yang diprakarsai pengurus RW01, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, di Masjid Jami Nurul Mu’min, Jalan H. Japat, Minggu (1/10).

Turiman yang duduk di Komisi D merasa memiliki tanggung jawab agar dunia pendidikan di Kota Depok semakin memihak kepada warga kurang mampu. Sebab itu, dia akan terus memperjuangkan pendidikan gratis untuk siswa yatim.

“Di tahun anggaran berikutnya mudah-mudahan siswa SD dan SMP yang yatim digratiskan biaya pendidikannya. Baik negeri maupun swasta,” ujar politikus dapil Kecamatan Sukmajaya ini.

Agar wacana ini terealisasi, Turiman meminta kepada RW dan RT untuk mendukung sampai ke tingkat eksekutif, dengan sama-sama mengawal setiap usulan yang diperjuangkan DPRD.

“Bidang pendidikan ini sesuai leading sector saya. Saya akan mengawal perjuangan keinginan dari masyarakat agar bisa direalisasikan eksekutif,” kata pengusaha ini.

Tidak hanya di bidang pendidikan, Turiman ingin pemerintah kota memberikan bantuan kegiatan keagamaan untuk tempat ibadah. Bantuan tersebut diberikan untuk dua kali kegiatan dalam setahun.

“Misalnya dalam agama Islam kegiatan perayaan Isra Mikraj atau Maulid Nabi. Ini sesuai dengan visi Kota Depok agar menjadi kota yang religius,” kata Turiman. (ram)