ADE/RADAR DEPOK Fertilitas : Suasana seminar Fertility yang dilaksanakan oleh Morula IVF Margonda di Auditorium Apartemen Atlanta lt 5 RSU Bunda Margonda, Minggu (1/10).
ADE/RADAR DEPOK
Fertilitas : Suasana seminar Fertility yang dilaksanakan oleh Morula IVF Margonda di Auditorium Apartemen Atlanta lt 5 RSU Bunda Margonda, Minggu (1/10).

DEPOK –Memiliki anak merupakan idaman setiap pasangan suami istri. Namun, tak jarang pasangan suami istri yang puluhan tahun menikah tak kunjung dikaruniai buah hati. Hal tersebut kerap ditemui di lingkungan sekitar, banyak faktor yang menyababkan hal tersebut, salah satunya Infertilitas atau permasalahan kesuburan.

Dokter Spesialis Kandungan RSU Bunda Margonda, Mira Myrnawati mengatakan, ada beberapa penyebab infertilitas. Mulai dari saluran telur yang buntu, kualitas sperma yang tidak bagus, serta telur yang susah berkembang. Ada dua faktor yang menyebabkan infertilitas, antara lain faktor bawaan (genetik) dan faktor lingkungan (pola hidup).

“Untuk pola hidup seperti makanan yang dikonsumsi, utamanya bagi yang kerap makan seafood,” kata Mira saat mengisi acara Seminar Fertility yang dilaksanakan Morula IVF Margonda, di Auditorium Apartemen Atlanta lantai 5 RSU Bunda Margonda, kemarin.

Kegiatan dengan tema “Mewujudkan Mimpi Hadirnya Sang Buah Hati” tersebut dilaksanakan guna mengenalkan Infertilitas dan penyebab-penyebabnya dan turut dihadiri puluhan pasangan suami istri muda.

Mira melanjutkan, permasalahan infertilitas dapat dialami oleh siapa saja baik wanita maupun pria. Dan kondisi infertilitas tidak dapat terlihat secara kasat mata, perlu dilakukan pemeriksaan terhadap dokter spesialis Infertilitas agar segera ditanggulangi permasalahannya dan harus melakukan tindakan yang sesuai. “Gejalanya apabila usia dibawah 35 tahun tidak memiliki anak meskipun telah berusaha selama satu tahun, sebaiknya segera diperiksakan, sedangkan bagi pasangan usia diatas 35 tahun hanya perlu menunggu 6 bulan kemudian segera periksakan,” lanjut Mira kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Dengan begitu, lanjut Mira, pasangan yang mengalami Infertilitas dapat langsung mendapatkan penanganan dan solusi agar mendapatkan buah hati. “Banyak cara mengatasi persoalan infertilitas seperti Inseminasi hingga bayi tabung,” tegas Mira.

Ditempat yang sama, Direktur Laboratorium PT. Morula IVF Indonesia, Prof. Areif Boediono mengatakan, terdapat kurang lebih 2,4 juta pasangan di Indonesia yang membutuhkan bayi tabung. Artinya persoalan infertilitas di Indonesia masih cukup tinggi.

“Sebaiknya segera periksakan kondisi kelainan reproduksi sedini mungkin, karena terkadang kita sudah putus asa setelah tidak dikaruniai anak, padahal ada beberapa faktor dan pasti ada solusinya,” kata Arief.

Arief menambahkan, pasangan yang mengalami masalah infertilitas tidak bisa langsung mendapatkan solusi dengan bayi tabung. Ada beberapa tahapan seperti okulasi, Inseminasi kemudian Bayi tabung.

“Jadi tidak perlu khawatir, solusi bayi tabung merupakan solusi terakhir, dilihat dari kondisi si pria maupun wanitanya,” lanjut Arief. (ade)