IPM Depok Belum Memuaskan

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
BELUM MENDAPAT PERHATIAN: Anak jalanan sedang tertidur lelap di salah satu JPO kawasan Margonda Raya.

DEPOK – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Depok secara trend masih belum mengalami peningkatan sejak 2015. Yakni masih berada di peringkat ketiga se-Jawa Barat dengan angka 79,60.

Kepala Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok, Bambang Pamungkas mengakui peningkatan IPM belum optimal. Sehingga tidak menimbulkan dampak yang signifikan.

Menurut data BPS pada 2016, paparnya, IPM Kota Depok tercatat mencapai 79,60 poin,  atau meningkat sekitar 0,49 poin dari tahun sebelumnya yakni 79,11 poin.

Nilai IPM Kota Depok jauh tertinggal dari Kota Bandung (80,13) yang masih berada di peringkat pertama di Jawa Barat dan Kota Bekasi sebesar 79,95 yang menempati urutan kedua.

“Kendala kita (Kota Depok) itu kurang pendapatan masyarakat yang menyebabkan kurangnya daya beli. Kalau pendapatannya tinggi, otomatis bisa membiayai kesehatan dan pendidikan,” kata Bambang.

Menurut perhitungan BPS, angka pengeluaran per kapita masyarakat pada 2016 mencapai Rp14.560.000 per tahun, atau sekitar Rp41.000 per hari.

Bambang mengatakan, hidup di Depok mahal, sedangkan pendapatan per kapita per bulan mencapai 462.000 pada 2015.

Dengan mahalnya biaya hidup, seolah permasalahan kemiskinan tetap saja tidak ada penyelesaiannya. Kesenjangan sosial antara pemilik modal dengan masyarakat ekonomi lemah akan mengancam Kota Depok.

Bambang menyatakan, untuk mempercepat pertumbuhan IPM ada beberapa langkah, salah satuya memperbaiki bidang kesehatan.

Di bidang kesehatan, rata-rata harapan hidup masyarakat Kota Depok sudah cukup baik, yakni 74,01 poin pada 2016.

Angka harapan hidup itu diharapkan beriringan dengan peningkatan kualitas kesehatan. Sehingga peningkatan jumlah penduduk usia tua tidak menjadi beban ekonomi penduduk usia produktif.

Melalui pembinaan yang baik, katanya, penduduk usia tua bisa memiliki kualitas hidup yang baik dan tetap produktif secara ekonomi dan sosial.

“PR terbesarnya adalah meningkatkan semangat bersekolah di kalangan anak-anak dan remaja agar harapan lama sekolah semakin tinggi. Sehingga pada akhirnya meningkatkan rata-rata lama sekolah di Kota Depok,” kata .

Terpisah, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kota Depok, Hardiono mengatakan, hingga kini persoalan masyarakat miskin masih menjadi fokus dalam peningkatan IPM. Menurutnya, daya beli dari masyarakat miskin masih minim.

Hardiono mengatakan, IPM setiap tahunnya mengalami peningkatan, meskipun tidak terlalu signifikan. Namun hal tersebut sudah melebihi target yang ditentukan oleh Jawa Barat.

Menurut data LKPJ Kota Depok, kata dia, target IPM yang ditentukan oleh Jawa Barat pada 2016 adalah 70,19.

“Tapi kita mencapai 79,60. Artinya, secara target sudah jauh melampaui batas, hanya saja memang masih kalah pencapaiannya dengan Kota Bandung dan Bekasi,” kata Hardiono. (ade)

You may also read!

banyak baliho calon walikota

Baliho Bacalon Walikota dan Wakil Walikota Depok Mulai Hiasi Margonda

TERPAMPANG : Baliho Bacalon Walikota dan Wakil Walikota mulai menghiasi Jalan Raya Margonda, Kecamatan Beji,

Read More...
protokol kesehatan SDN Cipayung 4

Meski PJJ, SDN Cipayung 4 Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

BERSIH : Kepala SDN Cipayung 4, Juanda sedang mencuci tangan di lingungan sekolahnya, Kamis (27/08).

Read More...
kelurahan duren mekar swab test

ASN Kelurahan Duren Mekar di-Swab Test

DITES : Petugas Kesehatan Puskesmas Duren Seribu melaksanakan swab test terhadap ASN dan Non ASN

Read More...

Mobile Sliding Menu