IST PENGALAMAN: Ismail saat bertugas di Papua untuk mengawsi pertandingan antara U-19 Persipura Jayapura vs mitra Kukar FC.
IST PENGALAMAN: Ismail saat bertugas di Papua untuk mengawsi pertandingan antara U-19 Persipura Jayapura vs mitra Kukar FC.

Pengawas pertandingan (PP), memang Sebuah profesi yang tidak terlalu diperhitungkan dan kurang dikenal penonton dalam sepakbola. Namun, sesungguhnya peran seorang pengawas pertandingan sangat penting dalam pertandingan. Siapa sangka, Depok sudah punya seorang pengawas pertandingan bertaraf nasional.

Laporan: RICKY JULIANSYAH

Pengawas pertandingan adalah salah satu bagian dari perangkat pertandingan. Tugasnya, mengecek kelengkapan administrasi dan menentukan berlangsung atau tidaknya suatu laga.

Dia adalah Ismail. Ia merupakan pengawas pertandingan (PP) sepak bola. Depok boleh berbangga hati karena ia merupakan satu-satunya PP berlabel Nasional yang dimiliki Kota Depok.

“Awalnya dulu jadi wasit, sampai ikut pelatihan wasit c2 (provinsi), target c1 nasional karena usia pensiun wasit 46 tahun jadi saya banting setir ikut PP di ragunan 2003,” Tutur Ismail.

Setelah lulus Pelatihan PP daerah, tiga tahun berselang, Ismail pun mengikuti seleksi di Jabar untuk meng-upgrade sertifikatnya menuju level nasional, dengan biaya sendiri sebesar Rp 3 juta.

a sampai menjual HP (handphone) untuk PP daerah dan ikut pelatihan. Dulu waktu Sekum (Sekretaris Umum)-nya Pak Gandara sempat mendapat bantuan Rp 500 ribu untuk mengikuti pelatihan. saya juga jual HP lagi untuk tambahan biaya,” katanya.

Pria kelahiran Bogor itu akhirnya mengikuti pelatihan PP Nasional (PSSI) April 2006 di Yogyakarta. Setelah lulus ia melanglang buana ke sejumlah kota di Indonesia saat menjadi PP tingkat nasional baik Divisi satu, dua dan tiga maupun U-23.

Sebut saja, jadwal tugas di tahun ini mulai di liga 2 pada  29 April ke Bengkulu vs Lampung Sakti, 7 Mei ke Persigo Semeru FC Lumajang vs Persekam Metro Malang, 8 Juli ke Magelang vs PSIR Rembang, 15 Juli U-19 ke Madura United vs Persegres Gresik, 22 Juli ke Persekam Metro Malang vs Madura FC, 5 Agustus ke Persih Tembilahan vs 757 Kepri Batam, 12 Agustus ke Kalteng Putra vs Persewangi Banyuwangi.

Kemudian, 11 September ke Kudus yang main Sragen united vs PPSM sakti Magelang, dan terakhir tanggal 4 Oktober kemarin, antara U-19 Persipura Jayapura vs mitra Kukar FC

“Tugas yang sangat berkesan dan pengalaman sampai ke Papua,” tutur Ismail.

Menyandang gelas Sarjana Pendidikan (S.Pd) Olahraga di Universitas Islam 45 Bekasi, tak melupakan kewajiban Ismail untuk memberikan ilmunya kepada orang lain.

Selain menjadi pengawas pertandingan, keseharian pria bersahaja nan ramah ini pun diisi dengan mengajar di beberapa sekolah. Sebagai pengawas pertandingan tingkat nasional tentu kesibukannya sebagai guru kadang terpaksa ia tinggalkan ketika ada panggilan tugas mengawas di luar kota.

“Makanya saya memilih mengajar sekolah yang mengerti dan paham dengan tugas saya menjadi pengawas pertandingan sepakbola. Karena kalau tugas keluar kota kan bisa sampai satu minggu,” kata Ismail. (*)