RICKY/RADAR DEPOK PROMOSI: Salah seorang pengunjung sedang melihat stand Sekber Sahabat Ciliwung acara Kandangnya Komunitas di d'Kandang Amazing Farm, Jalan Penarikan Kelurahan Pasir Putih, Sawangan.
RICKY/RADAR DEPOK
PROMOSI: Salah seorang pengunjung sedang melihat stand Sekber Sahabat Ciliwung acara Kandangnya Komunitas di d’Kandang Amazing Farm, Jalan Penarikan Kelurahan Pasir Putih, Sawangan.

 Dalam acara ‘Kandangnya Komunitas’ di d’Kandang Amazing Farm Kelurahan Pasir Putih, Sawangan yang diselenggarakan 30 September hingga 1 Oktober, Stand Sekretariat Bersama (Sekber) Sahabat Ciliwung untuk mempromosikan dan pengenalan program arung edukasi Ciliwung berhasil menjaring 170 peserta.

Laporan: RICKY JULIANSYAH

Setelah asik tubing (arungi sungai dengan ban bekas) mengarungi Kali Pesanggrahan yang melintasi lingkungan  d’Kandang Amazing Farm Kelurahan Pasir Putih, Sawangan. Anggota Sekber Sahabat Ciliwung beristirahat di salah satu pendopo tempat rekreasi edukasi tersebut.

Meski pakaian yang melekat dibadan masih basah, beberapa anggota masih saja enggak melepas ban-ban yang dipakai untuk tubing.

Memang Sekber Sahabat Ciliwung bersama puluhan komunitas sedang berkegiatan yang difasilitasi si empunya tempat. Panitia menamakan acara tersebut dengan ‘Kandangnya Komunitas’. Sekber sendiri membawa ban dalam bekas dan perahu karet yang digunakan untuk mengarungi Kali Pesanggrahan di sekitar lokasi acara.

Tidak hanya itu, Sekber Sahabat Ciliwung juga membuka stand untuk mempromosikan program Arung Edukasi Ciliwung dan sungai-sungai yang ada di Kota Depok.

“Tiap komunitas akan membuka stand, dimana mereka akan mengenalkan kegiatan dan program kerja yang dilakukan. Sedangkan, kami mengenalkan program Arung Edukasi Ciliwung. Juga sungai yang ada di Kota Depok, seperti Pesanggrahan dengan KP2D,” tutur Koordinator Sekber Sahabat Ciliwung, Hidayat.

Lalu lalang orang di antara stand-stand komunitas memang ramai. Beberapa yang tertarik, tentunya akan mampir untuk melepas kehausan akan informasi dari yang ditampilkan tiap komunitas yang ada. Bahkan, tidak sedikit yang ingin mengenal program Arung Edukasi Ciliwung.

Arung Edukasi Ciliwung merupakan sebuah konsep program untuk melestarikan ekosistem dan memberdayakan warga bantaran dalam berkegiatan di Sungai Ciliwung agar lebih bermanfaat serta memiliki nilai ekonomi.

“Konsepnya pengarungan wisata, tapi dibalut dengan edukasi dan upaya positif untuk menjaga kebersihan dan kelestarian Sungai Ciliwung,” ungkap Dayat.

Dari penjaga stand Sekber Sahabat Ciliwung sendiri, mencatat setidaknya pada hari pertama penyelenggaraan Kandangnya Komunitas sebanyak 90 orang yang ingin menjajal program Arung Edukasi Ciliwung. Sedangkan dihari kedua ada 80 orang.

“Totalnya ada 170 peserta yang mau Arung Edukasi Ciliwung,” papar bapak dua orang anak tersebut.

Banyaknya peserta yang ingin menjajal Arung Edukasi Ciliwung memang bukan  tanpa sebab. Selain, ingin mengarungi Sungai Ciliwung dan melestarkan ekosistem yang ada di sungai purba tersebut, rupanya pihak Sekber juga memberikan diskon khusus sebesar 15 persen.

Jadi, kata Dayat, yang booking Arung Edukasi Ciliwung saat penyelenggaraan Kandangnya Komunitas pada 30 September dan 1 Oktober, mereka mendapatkan diskon tersebut.

“Itu untuk menjaring orang, agar semakin banyak yang mengenal Ciliwung, setelah kenal kami berharap dapat cinta dan menjaga kelestarian ekosistem di dalamnya. Sehingga mau berkegiatan bersama kami,” ucap Dayat. (*)