JUNIOR/RADAR DEPOK BICARA: Walikota Bandung, Ridwan Kamil saat berbicara di depan para komunitas kreatif di sebuah pusat perbelanjaan, di Jalan Margonda, Sabtu (7/10).
JUNIOR/RADAR DEPOK
BICARA: Walikota Bandung, Ridwan Kamil saat berbicara di depan para komunitas kreatif di sebuah pusat perbelanjaan, di Jalan Margonda, Sabtu (7/10).

DEPOK Bakal calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil optimis dalam dua minggu ke depan, koalisi partai yang bakal mengusungnya segera komplit. Dalam artian, memenuhi jumlah kursi (parlemen) untuk mencalonkan. Untuk diketahui, guna maju di Pilgub Jabar 2018, minimal mesti mengantongi 20 kursi.

“Alhamdulillah, meski awalnya diremehkan, saya sudah kantongi 12 kursi. Mudah-mudahan dalam dua minggu ini, koalisi sudah terbentuk,” katanya kepada Radar Depok, saat mengisi kegiatan di Kota Depok, Sabtu (7/10).

Lebih jauh, kata Kang Emil (sapaannya), sejauh ini dirinya sudah mendapat dukungan dari dua partai: Partai NasDem dan PKB. Dua partai ini yang sudah mengeluarkan surat rekomendsi. Meski demikian, Emil mengaku terus menjalin komumnikasi dengan partai-partai lain. “Komunikasi dengan partai lain terus saya lakukan secara intensif. Saya tunggu saja,” kata Kang Emil.

Bicara soal dukungan, Emil menyerahkan seluruhnya kepada partai. Walau memang, doal tingkat elektabilitas, Walikota Bandung ini dalam posisi kuat.

“Terkait elektabilitas, hasil survei posisi saya masih di atas. Memang hasil survei bukan segalanya, tapi  hal itu dapat menjadi indikator dalam melihat figur calon yang mau didukungnya,” kata dia.

Di luar itu, Emil merasa yakin bila Kota Depok punya potensi besar menjadi kota modern. Dirinya pun melihat, masyarakat Depok sangat mengerti teknologi dan mampu memanfaatkannya.

Untuk itu, dia berharap masyarakatnya tidak hanya berkutat di dalam ruangan, tapi juga bersosialisasi. “Orang Depok itu pintar-pintar, cuma kota ini jangan hanya jadi cangkang saja, harus manusiawi, harus bikin betah,” terangnya.

Dia juga meminta agar pemerintah daerah dapat lebih memanfaatkan teknologi informatika untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Kota Bandung telah membuktikannya.

“Saya membuat aplikasi agar pelaporan dapat cepat sampai, kalau tidak ada teknologi ini bagaimana saya bisa tahu masalah-masalah yang terjadi di daerah-daerah,” katanya.

Kang Emil berjanji, pemanfaatan teknologi informatika akan menjadi keharusan di seluruh wilayah pemerintahannya, bila dia terpilih menjadi Gubernur Jawa Barat.

“Tadi ada yang tanya bagaimana dengan kota-kota yang tidak melek IT (Teknologi Informatika), saya bilang gampang, kalau saya jadi Gubernur nanti kan gampang, kita perintahkan untuk naik standar.  Kalau tidak nurut bantuan (anggaran) ditahan,” tegasnya. (jun)