Kasus Desari, Reza : Diapari yang Melakukan

In Metropolis

DEPOK–Masalah sengketa lahan pembebasan Proyek Tol Depok-Antasari (Desari) di RW01, Kelurahan Krukut, Limo ada fakta baru lagi. Kemarin, Mantan Lurah Krukut, Muhammad Reza menyebutkan, ada fakta baru yang ia kemukakan terkait kasus yang sedang ditangani Pengadilan Negeri Kelas 1B Kota Depok dengan nomor perkara 31/Pdt.G/2017/PN DPK.

“Sebetulnya saya tidak berhak untuk berbicara, tapi ada sedikit yang saya ketahui terkait kasus itu,” kata Reza kepada Radar Depok diruangannya, kemarin.

Reza yang saat itu juga masuk dalam Tim Pembebasan Tanah (TPT) mengatakan, saat proyek pembebasan lahan mulai digulirkan untuk pembangunan Tol Desari. Pihaknya mendatangi bidang yang terletak di pinggir Jalan Raya Krukut tersebut.

Saat didatangi,  ternyata pemilik lahan tidak tinggal disana melainkan di Jakarta. Sehingga pihaknya mengundang pemilik lahan melalui surat yang dikeluarkan oleh TPT, dan dititip kepada penjaga lahan. “Selang beberapa hari datanglah Diapari yang mengaku memiliki kuasa atas 4 bidang tanah tersebut,” jelas Reza.

Reza yang saat itu masih menjabat Lurah, langsung percaya saja karena yang bersangkutan membawa surat kuasa atas tanah tersebut. “Karena dia datang bawa surat kuasa kita percaya. Surat kuasanya asli. Nah, dia juga ikut musyawarah harga. Selama pemberkasan itu kita berkomunikasi dengan Diapari,” beber Reza.

Reza pun mengaku, telah membayarkan sesuai dengan harga apraisal kepada para pihak yang memiliki lahan tersebut. “Saat hendak dilakukan pembayaran, kami mengatakan kepada Diapari untuk menghadirkan para pihak,” terang Reza.

Namun, setahun kemudian setelah dilakukan pembayaran, pihaknya mendapatkan gugatan dari para pemilik lahan dan mengaku namanya telah dipalsukan oleh salah satu pihak. “Saya menduga Diapari itu yang melakukannya, karena kami merasa melakukannya dengan benar,” tegas Reza.

Melihat gelagat tidak enak, Reza segera melaporkan Diapari ke Polda Metro Jaya, karena semenjak kasus tersebut, Dipari tidak bisa dihubungi. “Nah dari situ kasusnya bermula,” lanjut Reza.

Sementara itu, Kuasa Hukum Pemilik Lahan, Amin Siregar mengatakan, hal tersebut selalu diungkapkan oleh TPT. Namun, dirinya tidak puas karena dari dua kali persidangan, saksi yang bernama Reza tersebut tidak pernah dihadirkan.

“Ya, dari dua kasus yakni Partahi dan Mawardin, dia selalu mengatakan itu, namun itu hanya dilakukan secara komunikasi pribadi, makanya kami memanggil Reza untuk hadir di persidangan,” tegas Amin.

Amin mengatakan, saat ini kasusnya sedang ditangani oleh PN Kota Depok, sewajarnya agar kesaksian tersebut disampaikan dalam persidangan. “tapikan sampai saat ini Reza tidak pernah hadir untuk memberikan kesaksian,” ujar dia.

Saat ini, persidangan kasus yang diketahui merugikan pemilik lahan karena merasa ditipu karena tidak dibayar sesuai dengan Apraisal, sudah memasuki agenda kesimpulan dari kedua belah pihak. Sidang akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda putusan majelis hakim.

Diketahui sebelumnya, Proyek pembangunan Tol Depok-Antasari (Desari) menuai polemik. Tepatnya di Kelurahan Krukut, Limo, ada beberapa pemilik lahan yang terkena imbas pembangunan proyek miliyaran rupiah tersebut, dan menggugat pemerintah karena dianggap lalai dalam proses pembelian tanah.

Mawardin, salah satu pemilik lahan seluas 1.832 meter persegi sesuai dengan Sertifikat Hak Milik No. 136 Kelurahan Krukut, Limo merasa dirugikan. Pasalnya pemerintah telah melunasi pembayaran tanah tersebut, namun ia tidak menerima uang ganti rugi. (ade)

You may also read!

Lima Drama Korea Pilihan untuk Akhir Pekan

RADARDEPOK.COM – Akhir pekan menjadi waktu yang tepat untuk bersantai, dan bisa menjadi waktu yang tepat untuk menghabiskan waktu

Read More...
ledakan tabung gas balon

Peristiwa Ledakan  Tabung Gas Balon : Gemparkan Warga Kampung Kekupu dan Sekitarnya

PERIKSA : Petugas memeriksa lokasi ledakan tabung gas karbit, RT5/5, Kampung Kekupu, Kelurahan Rangkapan Jaya,

Read More...
deja brew nyaman

Deja Brew Nyaman dan Instagramable

BARISTA : Tetap mengikuti protokol kesehatan, barista Deja Brew mengenakan masker saat membuat kopi. FOTO

Read More...

Mobile Sliding Menu