IST LATIHAN : Suasana pelatihan bagi para calon pengantin adi Aula KUA Kecamatan Beji.
IST
LATIHAN : Suasana pelatihan bagi para calon pengantin adi Aula KUA Kecamatan Beji.

PANCORANMAS,DEPOK – Maraknya isu yang berkembang tentang perceraian yang terjadi akibat faktor media sosial (medsos) dan juga ekonomi membuat Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok, dalam hal ini Seksi Bimbingan Masyarakat Islam menggelar sebuah kegiatan berupa Kursus Calon Pengantin (Suscatin). Rencananya kegiatan tersebut dilakukan di Sebeleas Kecamatan, dan dilakukan 3 kali penataran dalam setahun.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Beji, Sholeh Badruzzaman menuturkan, kegitan Suscatin bertujuan untuk memberikan pemahaman bagi calon pengantin terkait Undang – Undang No.1 Tahun 1974, yaitu memberikan pembekalan bagi calon pengantin yang akan hidup dalam suatu mahligai rumah tangga nantinya.

“Dalam setiap sesi Suscatin, kami menekankan agar para calon pengantin memiliki sikap saling pengertian nantinya dalam menjalin mahligai rumah tangga. Apalagi, di era globalisasi teknologi yang banyak pengaruh baik positif maupun negatif dari luar, jangan sampai memperkeruh keadaan rumah tangga mereka kelak,” ucapnya.

Penyuluh Agama KUA Kecamatan Beji, Mustofa mengungkapkan, dalam membina masyarakat pihaknya memberikan penyuluhan di Majelis Taklim dan penataran di KUA. Ia mengaku dalam sehari-hari banyak masyarakat yang berkonsultasi terkait pra nikah, maupun konflik dalam rumah tangga. Terkait medsos sebagai pemicu perceraian dirinya juga membenarkan kenyataan tersebut di lapangan.

“Tanpa disadari, handphone sebagai alat komunikasi bisa menjadi penyebab perceraian. Terkadang handphone, menjadi penghambat komunikasi yang berujung curiga, ribut, sampai cerai,” ujarnya.

Dirinya mengingatkan kepada pasangan yang akan nikah akan kenyataan, mereka berpikir keindahan saja. Namun, mereka tidak terpikirkan sebelumnya adanya keributan di rumah tangga.

“Solusinya, berikan kesiapan mental, karena perceraian terjadi karena hal tersebut. Kembali menyadari dan menerima pasangan apa adanya. Tentunya, perkuat landasan agama bisa memperkokoh keharmonisan,” tandasnya. (cr1)