Mengais Rejeki Sambil Menghibur Pengguna Jalan

In Satelit Depok, Wilayah Depok
INDRA/RADARDEPOK
MEMALU MUSIK: Anggota Kaum Angklung sedang memainkan instrumen musik milik mereka di pinggir Jalan Nusantara Raya, Nomor 47 -48, Kecamatan Beji

Para pengguna jalan yang kerap melintasi Jalan Raya Nusantara Raya, Kecamatan Beji dari arah Kelurahan Depok Jaya menuju Kelurahan Beji, atau sebaliknya pasti tak asing lagi dengan keberadaan sekelompok musisi jalanan yang biasa mengamen di Jalan Nusantara Raya No. 47 – 48, Kelurahan Beji. Tepat di samping lampu merah dan Kantor PLN. Sebab, biasanya kalau pengguna jalan yang terkena lampu merah di jalan tersebut akan langsung dihibur oleh lantunan – lantunan musik instrumental dari sekelompok musisi jalanan yang menggunakan angklung dan perkusi lainya tersebut.

LAPORAN : INDRA ABERTNEGO

 

Siang itu cuaca cukup terik, laju kendaraan yang melintasi Jalan Raya Nusantara Nomor 47-48 harus terhenti karena lampu rambu lalulintas sudah menyala merah. Namun, tidak satupun tampak pengguna jalan mengeluhkan hal tersebut, sebab begitu mereka menghentikan laju motornya, sekelompok musisi jalanan langsung memainkan alat musik mereka masing – masing yang terdiri dari angklung, tamtam, gendang, simbals dan beduk, untuk menghibur pengguna jalan sembari mengais sedikit rejeki. Terdengar riang insturmen alat musik yang memainkan lagu Suci dalam Debu milik band asal negeri jiran, Iklim yang diubah genrenya menjadi musik dangdut koplo.

Ditemui di samping tembok kantor PLN, seorang anggota musisi jalanan tersebut, Muji mengatakan, nama kelompok musik mereka adalah Kaum Angklung, yang berasal dari Pulo Gadung, Jakarta Timur. Para anggota Kaum Angklung baru tiga pekan ini mengamen di lampu merah tersebut.

“Kami mengontrak rumah petak tidak jauh dari lampu merah ini, untuk memudahkan kami mengamen, “ ucap Muji.

Dia menambahkan, biasanya mereka mengamen setiap hari Senin hingga Sabtu dari pukul 10:00 hingga 17:00. Tapi itu tergantung situasi, karena menurutnya bila hujan tiba, mereka tidak bisa mengamen.

“Kalo datang hujan kami tidak bisa main, karena takut angklung dan alat musik yang lain rusak,” ucapnya.

Selama mengamen di Jalan Raya Nusantara, Muji mengaku, mereka bisa membawa pulang uang dengan jumlah yang bervariasi, mulai dari Rp300.000 samnpai Rp600.000 setiap harinya.

“Alhamdulilah, rejeki ada saja asal kita optimis dan bekerja keras, memberikan hiburan terbaik bagi para pengguna jalan,” ucap muji.

Muji menambahkan, saat ini Kaum Angklung beranggotakan 5 orang yang terdiri dari, Martin sebagai pemain angklung, Muji sebagai penabuh gendang dan tantam, Tuing sebagai penabuh beduk, serta Bagus sebagai peminta sumbangan kepada para pengguna jalan.

Muji mengatakan, selain mengamen, mereka juga sering diundang untuk mengisi acara di kegiatan – kegiatan masyarakat yang membutuhkan jasa hiburan dari mereka. (*)

You may also read!

kantor bawaslu depok ditutup

Ada yang Terkena Covid-19, Sekretariat Bawaslu Depok Tutup

TUTUP : Penampakan Kantor Sekretariat Bawaslu Kota Depok di Jalan Nusantara Raya, Nomor 1 RT03/13

Read More...
penertiban masker di kecamatan bojongsari

66 Pelanggar Terjaring di Kecamatan Bojongsari

HUKUMAN : Anggota Satpol PP Kota Depok saat memberikan sanksi sosial kepada pelanggar yang tidak

Read More...
Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida

Istri Walikota Depok Positif Covid-19

Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Awan mendung seakan menghiasi langit PKK

Read More...

Mobile Sliding Menu