Menjaga Kebudayaan untuk Anak dan Cucu

In Metropolis
RAMA SAKTI/RADAR DEPOK
LIHAI: Sanggar Jalan Tangan Betawi Muda memperlihatkan kesenian palang pintu saat ground breaking Apartemen Marrakech Suites, Sabtu (28/10).

“Serundeng kacang tanah, daon mengkudu bungkus terasi.

Randang rendeng pada mao kemanah, lewat sini kudu permisi”.

“Abang bilang daon mengkudu bungkus terasi, bikin urab si daon pepaya.

Kalo emang lewat sini kudu permisi, mending abang jawab dulu salam dari saya”.

 

LAPORAN: RAMA SAKTI

Gerakan tangan dan kakinya bak orang dewasa. Namun siapa yang menyangka jika umur Yazid Bustami baru menginjak 7 tahun.

Yazid kerap mempertontonkan silat Betawi. Bersama teman dan anggota yang sudah remaja, Yazid bergabung di Sanggar Jalan Tangan Betawi Muda.

Sesuai namanya, sanggar yang bersekretariat di Kampung Utan, Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, merupakan sanggar yang concern terhadap kebudayaan asli Jakarta.

Palang pintu, ngepantun, dan silat menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

“Kesenian ini untuk menyambut tamu,” kata Ketua Sanggar Jalan Tangan Betawi Muda, Mardani Ali mengawali perbincangan dengan Radar Depok.

Sanggar yang terbentuk 12 Desember 2008, telah banyak makan asam garam mengikuti berbagai event kesenian budaya Betawi. Salah satunya Festival Kemang yang diadakan setiap tahun.

“Kayak acara ground breaking Pesona Square gini, kita nampilin pantun dan silat palang pintu,” kata Mardani.

Dalam silat palang pintu, Sanggar Jalan Tangan Betawi Muda memperkenalkan “rebutan dandang”. Ini merupakan ciri khas yang dimiliki Kota Depok.

“Depok punya kebudayaan rebutan dandang. Biasanya buat pernikahan. Jadi kalau ada laki-laki mau nikahin calon perempuan, harus bisa ngedapetin dandang itu,” katanya.

Bukan hanya silat palang pintu dan ngepantun, Sanggar Jalan Tangan Betawi Muda masih menjaga kebudayaan membuat golok Betawi dan marawis.

“Selain budaya, di sanggar kami menjaga nilai-nilai keagamaan. Melalui marawis,” katanya.

Sanggar Jalan Tangan Betawi Muda dengan penasehat Mardi, bergabung di Lembaga Usaha Melestarikan Seni Budaya (Lumbuk) Kota Depok.

“Melalui sanggar ini kami ingin menjaga dan mengenalkan kesenian budaya Betawi kepada anak cucu,” tutup Mardani. (*)

You may also read!

berita acara bukopin

Pemerintah dan Regulator Menjaga Bukopin Dan Dana Nasabah

Direktur Utama Bank Bukopin, Rivan A. Purwantono.   RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Bank Bukopin baru saja selesai melaksanakan

Read More...
acara muharram di pengasinan

Satpol PP Kota Depok Tidak Tahu Ada Dangdutan di Muharram Pengasinan

UNDANG ARTIS : Kegiatan peryaan 10 muharam di Kelurahan Pengasinan.  FOTO : INDRA SIREGAR /

Read More...
acara muharram di pengasinan dibubarkan

Langgar Protokol Kesehatan, Polisi Bubarkan Acara Muharram di Pengasinan

UNDANG ARTIS : Kegiatan peryaan 10 muharam di Kelurahan Pengasinan.  FOTO : INDRA SIREGAR /

Read More...

Mobile Sliding Menu