PEBRI/RADAR DEPOK HEBAT: Kepala SDN Ratujaya 4, Lia Marliani (kanan) bersama dengan Nursifa Aprilia yang meraih medali emas dalam Kejuaraan Silat Paku Bumi III yang diadakan di GOR Padjajaran, Bandung.
PEBRI/RADAR DEPOK
HEBAT: Kepala SDN Ratujaya 4, Lia Marliani (kanan) bersama dengan Nursifa Aprilia yang meraih medali emas dalam Kejuaraan Silat Paku Bumi III yang diadakan di GOR Padjajaran, Bandung.

CIPAYUNG,DEPOK – Nursifa Aprilia siswa kelas III dari SDN Ratujaya 4 berhasil meraih prestasi dalam Kejuaraan Pencak Silat Paku Bumi III Asia dan Eropa. Nursifa berhasil menjadi meraih medali emas dalam kejuaraan tingkat nasional tersebut.

Kepala SDN Ratujaya 4, Lia Marliani mengatakan, dalam kejuaraan yang digelar di GOR Padjajaran Bandung tersebut, Nursifa berangkat sebagai perwakilan dari SDN Ratujaya 4 yang merupakan SDN di Kota Depok. Jadi, sebelumnya Nursyifa ikut seleksi dahulu di tingkat Provinsi Jawa Barat, dan berhasil menjadi juara pertama.

“Dengan berhasil menjadi juara pertama di tingkat Provinsi Jawa Barat, Nursifa menjadi wakil Jawa Barat di tingkat nasional, dan siapa sangka ternyata berhail meraih medali emas di tingkat SD,” ucapnya kepada Radar Depok.

Lia menjelaskan, ini adalah prestasi pertama yang diraih siswanya dalam kejuaraan pencak silat. Karena, sebelumnya dalam beberapa kejuaran, hanya bisa sampai di tingkat kota saja untuk meraih prestasinya, dan di tingkat provinsi belum bisa berbicara banyak. Dirinya pun sangat bangga dengan keberhasilan Nursifa yang mengharumkan nama SDN Ratujaya 4, Kota Depok, bahkan juga Provinsi Jawa Barat.

“Apalagi Nursifa sekarang ini baru duduk di kelas III, jadi masih sangat panjang masa dirinya untuk berkembang menjadi lebih baik dan meraih prestasi berikutnya,” katanya.

Lia berharap, dengan keberhasilan Nursifa bisa memicu siswa yang lainnya untuk meraih prestasi yang sama atau yang lebih baik lagi. Tentunya, disesuaikan dengan potensi dan bakat yang dimiliknya. Lia pun menargetkan beberapa program yang ingin dicapainya di masa depan, tentunya program yang bisa meningkatkan potensi sekolah.

“Targetan saya untuk sekolah dimasa depan, yakni setelah menjadi Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional, bisa menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri. Tidak hanya itu saja, tetapi juga ingin menjadi Sekolah Standar Nasional (SSN),” jelasnya. (peb)