Parpol Baru Tergantung Pengembangan Partisipasi

In Politika
RICKY/RADAR DEPOK
SEMANGAT: Ketua DPD PSI Kota Depok Ferry Batara bersama jajaran pengurus dan kader saat mengantarkan dokumen persyaratan parpol calon peserta Pemilu ke KPU Kota Depok di Jalan Raya Kartini, Kelurahan Depok, Pancoranmas.

DEPOK – Peluang Partai politik baru (Parpol) tergantung kepada parpol itu sendiri dalam mengembangkan partisipasi dan mobilisasi masyarakat serta menjual sesuatu yang dapat menarik minat masyarakat.

Diketahui, dari 14 parpol yang lolos fase pengisian data di sistem informasi partai politik (sipol) Komisi Pemilihan Umum (KPU), empat diantaranya merupakan pendatang baru di kancah perpolitikan Indonesia, yaitu Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Berkarya, dan Partai Garuda.

Pengamat Politik Universitas Indonesia, Arbi Sanit mengatakan, peluang tergantung dari parpol itu mengembangkan partisipasi dan memobilisasi masyarakat.

“Kemampuan di situ yang saya kira menjadi kekuatan, jika gagal tidak akan mendapatkan suara signifikan,” kata Arbi saat dihubungi Radar Depok kemarin.

Selain itu, lanjut Arbi, Parpol tersebut dapat menjual sesuatu, seperti tokoh yang memang punya potensi, bukti kemampuan untuk menjadi pemimpin dan dikenal. Kemudian, kedua ideologi, apakah ideologi Parpol itu laku, seberaa lebar dan mendapat persetujuan dari masyarakat.

Ketiga, lanjut Abri, tergantung program yang ditawarkan, hal ini juga menjadi daya tarik kepada para pemilih. “Tergantung kemampuan mengembangkan partisipasi, memobilisasi dan menjual, atau ketiga-tiganya tadi, siapa yang unggul disana, bisa mendapat suara yang cukup baik,” terangnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan pengalaman sebelumnya, Parpol baru tidak berdaya dengan Parpol lama, khususnya yang sudah mapan, seperti struktur lengkap, sistem suudah baik dan memiliki pengaruh kuat.

“Mau disikut yang baru (Parpol baru), itu kesulitannya,” ujarnya.

Kata dia, saat ini ada media sosial (Medsos), sehingga siapa yang memiliki kemampuan di sana bisa mendapatkan dukungan. Namun, medsos sendiri ada segmentasinya, yakni anak muda atau generasi milenial.

Masalahnya, sambung Arbi, seberaa besar generasi milenial tersebut tertarik dengan Parpol. “Kalau bisnis, gaya hidup saya yakin tertarik. Kalau ke politik saya ragu juga. Mereka itu orang praktis, tidak suka politik. Sementara, politik itu berbelit-belit, berresiko, ada tipuan dan bermacam-macam. Generasi milenial belum tent suka dengan dunia politikan,” sambungnya.

Terkait Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) yang sudah memiliki data awal Parpol, memang bisa menghimpun pemilih tetapi tergantung lebar organisasi Parpol itu sendiri dan pemimpinnya membawa seperti apa mesin politiknya dan seberapa jeli mendekati pemilih.

“Pengalaman itu belum dimiliki parpol baru. Tapi Parpol lama bukan berarti hebat. Persoalannya bisa soal organisasinya sendiri, fasilitasnya dan kemampuan internalnya. Partai Bulan Bintang pun selalu kalah,” tandasnya.

Sementara, Ketua DPD Partai Perindo Depok Anwar Nurdin mengatakan, keanggotaan yang sudah tetap di Partai Perindo berdasarkan online sebanyak 17 ribu lebih.

“Ini bukan kami mengada-ada atau menerima KTP, itu tidak. 17 ribu data dari online anggota yang mendaftar sendiri. Jumlah tersebut, sudah terinput dan dilaporkan ke Dewan Pimpinan Pusat, serta diinformasikan.

Sedangkan, lanjut Anwar, Target untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, pihaknya tidak muluk-muluk dalam arti delapan atau sembilan dewan. “Yang penting mayoritas,” terang Anwar.

Namun, yang terpenting adalah bagaimana mengubah animo masyarakat yang sudah tidak percaya dengan partai. Sebab, kata Anwar, kebanyakan orang sudah tidak percaya dengan keberadaan partai.

Selain itu, melihat ketua umum Partai Perindo turun dan memberikan contoh serta bukti dengan tidak mengandalkan apa yang sudah ada, tapi mengeluarkan apa yang ia punya tanpa pamrih dan murni untuk membangun kesejahteraan negeri ini.

“Itu lah patokan yang utama yang saya pegang, ini sejalan dengan hari nurani saya,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok, Ferry Batara menuturkan, sesuai Ketua Umum PSI, Grace Natalie, sebelumnya menyebut partainya memasang target 20% suara pada pemilu 2019 dengan mencoba menawarkan sesuatu yang berbeda dibanding parpol lain.

“Ketua bilang, Hitungannya mungkin dan bukan mimpi di siang bolong,” kata Ferry.

Ditanya mengenai target untuk Kota Depok, Ferry mengatakan, pihaknya akan melakukan survei dan melihat seberapa besar animo masyarakat Depok terhadap PSI.

“Target kami tidak muluk-muluk, kalau bisa menjadi mayoritas,” ucap Ferry.

Di situs resminya, PSI mengklaim sebagai parpol baru yang tak berhubungan dengan perpolitikan nasional sebelumnya. Selain menjual isu keberagaman, PSI juga membatasi pengurus mereka paling tua berusia 45 tahun, sebagai salah satu upaya untuk dapat menarik suara pemilih muda. (cky)

You may also read!

Ketua Umum DPD PKS, Moh. Hafid Nasir

Timses Idris-Imam Rancang Kampanye Daring

Ketua Timses Idris-Imam, Mohammad Hafid Nasir.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Menjelang Pilkada Kota Depok di tengah pandemi

Read More...
rilis dari kemendibud

BP2MI dan SMK Siapkan Caregiver ke Jepang

Launching Pelatihan Calon tenaga Kerja Caregiver ke Jepang pada Rabu (15/09), melalui video conference. FOTO :

Read More...
muhsmmad idris BNPB

Pemkot Depok Ajukan Pengalihan Anggaran untuk Tenaga Medis

SAMPAIKAN : Walikota Depok, Mohammad Idris usai meninjau pelaksanaan pemberian makser di Jalan Raya Margonda,

Read More...

Mobile Sliding Menu