IST/RADARDEPOK KERJASAMA: Kasubag UPT Pasar Sukatani Nadelia saat melaksanakan Diklat PIM IV bersama Kementrian Pertanian di Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Barat, Bandung, kemarin.
IST/RADARDEPOK
KERJASAMA: Kasubag UPT Pasar Sukatani Nadelia saat melaksanakan Diklat PIM IV bersama Kementrian Pertanian di Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Barat, Bandung, kemarin.

DEPOK-Pasar Sukatani yang sudah berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI), kembali berinovasi. Kemarin, pasar yang terletak di Kelurahan Sukatani, Tapos bekerjasama dengan Lembaga Badan Pangan Dunia FAO ECTAD dan Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Kasubag UPT Pasar Sukatani, Nadelia mengungkapkan, menggandeng FAO ECTAD ini, sebagai bentuk inovasi Pasar Sukatani yang sudah berlabel SNI. Tujuan lainnya, untuk membina Pasar Sukatani di bidang keamanan pangan, Biosekuriti, Sanitasi, dan Higienitas. Hal ini sejalan dengan program Walikota dan Wakil Walikota Depok menjadikan Depok sebagai Smarth Health City.

“Nanti akan ada pelatihan yang akan dilaksanakan 9-10 Oktober di Aula Kelurahan Sukatani,” kata dia kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Saat pelatihan akan diikuti pengelola dan pedagang Pasar Sukatani. Pembahasannya tentang tiga konsep. Kegiatan ini kata dia, didukung Disdagin, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan, Dinas Kesehatan Kota Depok dan Kementerian Perdagangan serta Kementan RI. “Tiga poin ini antara lain, Biosekuriti Pasar, Keamanan Pangan, dan Sanitasi dan Higienitas,” bebernya.

Sementara, Direktur Keseshatan Hewan dari Kementrian Kehutanan RI, Fadjar Sumping Tjatue Rasa mengaku, mendukung kegiatan tersebut. Kegiatan ini sebagai program pemerintah untuk mencipatakan pasar tradisional tiap daerah. “Kami berjanji akan memberikan alat penyemprot disinfektan ke Pasar Sukatani pada hari penutupan tanggal 10,” kata Fadjar singkat.(irw)