INDAH/RADAR DEPOK PERTAHANKAN TRADISI: Pengunjung Keramat Sumur Gondang bersama warga memanjatkan doa sebagai bentuk rasa syukur atas perlindungan dan rejeki yang telah diberikan Allah.
INDAH/RADAR DEPOK
PERTAHANKAN TRADISI: Pengunjung Keramat Sumur Gondang bersama warga memanjatkan doa sebagai bentuk rasa syukur atas perlindungan dan rejeki yang telah diberikan Allah.

Masyarakat Kelurahan Harjamukti, Cimanggis, masih sangat kental dan menjaga adat istiadat yang diturunkan oleh nenek moyang mereka. Salah satunya sedekah bumi. Jika sebelumnya sedekah bumi dilaksanakan warga Pondok Ranggon RW06, kini giliran warga RW02 yang menggelar adat budaya tersebut.

LAPORAN: INDAH DWI KARTIKA

 

Area Keramat Sumur Gondang, Kamis (5/10) siang, mulai ramai didatangi puluhan warga. Berbagai usia bersiap mengadakan sedekah bumi. Tradisi ini telah dilakoni warga Kelurahan Harjamukti sejak puluhan tahun silam, dan digelar setiap tahunnya.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini sedekah bumi dilakukan secara spesial dengan pagelaran selama tiga hari tiga malam.

“Lokasi sumur ini ada di wilayah kami juga. Ini sudah menjadi acara turun-temurun. Semoga dengan acara sedekah bumi, kampung ini bisa bebas gangguan dari pihak lain, serta selalu dalam lindungan Allah SWT,” kata Ketua RW02, Noin kepada Radar Depok.

Khusus bagi Ketua LPM Kelurahan Harjamukti, Jayadi, tradisi sedekah bumi harus selalu dijaga dan dilestarikan sebagai cagar budaya. Sehingga generasi selanjutnya masih dapat menikmati cagar budaya dan terus merawat, serta melestarikannya.

“Alhamdulillah pertemuan ini dapat membawa berkah bagi semuanya. Tempat ini harus kita jaga, dan lestarikan sebagai aset budaya yang kita miliki. Saya dan pihak Kelurahan Harjamukti selalu mendukung kegiatan positif yang berhubungan dengan pelestarian budaya,” kata Jayadi.

Selain berdoa kepada sang pencipta, kegiatan juga diisi dengan hiburan Topeng Betawi, Tari Jaipong dan berbagai hiburan menarik lainnya.

Panitia juga memberikan santunan kepada anak yatim di lima RW sekitar Sumur Gondang. Di antaranya anak yatim di RW01, RW02, RW03, RW07, dan RW08.

Di sekitar tempat syukuran tersebut juga banyak pedagang yang dapat memanjakan lidah dan mata pengunjung. Masing-masing RW diambil dua orang perwakilan anak. Santunan untuk anak yatim berupa alat sekolah. (*)