FOTO: Ketua DPD PSI Kota Depok, Ferry Batara
FOTO: Ketua DPD PSI Kota Depok, Ferry Batara

DEPOK – Banyaknya kasus perceraian di Kota Depok, mendapat perhatian serius dari Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Depok, Ferry Batara. Menurutnya, perempuan di Kota Sejuta Maulid harus bersatu melawan patriarki, atau sebuah sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai sosok otoritas utama yang sentral dalam organisasi sosial.

Menurut Ferry, berdasarkan informasi yang ia terima, ada sebanyak 157 kasus perceraian yang disebabkan kecemburuan antara suami atau istri di media sosial pada bulan Agustus lalu. Sedangkan pada Juli, perceraian banyak disebabkan karena lemahnya faktor ekonomi dalam keluarga.

Ia mengkhawatirkan angka perceraian yang selalu meningkat tiap tahunnya. Lebih lanjut, kata dia, penyebab perceraian sangat beragam. Namun masalah yang paling elementer adalah tradisi pratiarki yang telah mendarah daging.

“Untuk melawan ini, perempuan Depok mesti bersatu melawan patriarki. Dalam keluarga sedapat mungkin hak dan kewajiban dari pihak suami dan istri adalah seimbang, tidak kebanyakan seperti sekarang, laki–laki atau suami mendominasi perempuan atau istri,” kata Ferry, kepada Radar Depok.

Melawan patrarki, lanjut Ferry, dapat dilakukan perempuan yang ada di Depok adalah dengan membuat komunitas yang memberikan pembelajaran tentang hak dan kewajiban perempuan, mulai dari sebelum menikah hingga menikah. Tidak berhenti sampai di situ, bahkan komunitas perempuan ini juga harus mempersiapkan diri, jika konsokuensi terburuk, seperti bercerai terjadi.

“Di Depok cukup banyak pernikahan terjadi di usia muda, hamil sebelum menikah dan belum mempunyai pekerjaan. Dan perceraian pun terjadi karena masalah ekonomi dan perselingkuhan. Dengan adanya komunitas perempuan Depok tadi, hal – hal seperti ini dapat diminimalisir,” paparnya. (cky)