RICKY/RADAR DEPOK BANGGA: CEO PT Suri Nusantara Jaya, Hj Diana Dewi (kanan pegang piagam) bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Uno menunjukan piagam penghargaan Museum Rekor Dunia, saat santunan yatim dan dhuafa di Cold Storage Cikarang.
RICKY/RADAR DEPOK
BANGGA: CEO PT Suri Nusantara Jaya, Hj Diana Dewi (kanan pegang piagam) bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Uno menunjukan piagam penghargaan Museum Rekor Dunia, saat santunan yatim dan dhuafa di Cold Storage Cikarang.

CIKARANG, KABUPATEN BEKASI – Dalam grand opening Cold Storage di Cikarang, Bekasi, PT Suri Nusantara Jaya (SNJ) mencetak rekor di Museum Rekor Dunia dan Museun Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori masak semur bumbu nusantara terbanyak dengan 1 ton daging sapi halal.

Karenannya, CEO PT Suri Nusantara Jaya, Hj Diana Dewi mengucapkan terima kasih atas dukungan dari semua pihak, sehingga dapat memecahkan rekor MURI, bahkan masuk ke rekor dunia.

“Alhamdulillah ini berkat kerjasama dari seluruh komponen yang terlibat,” ucap Hj. Diana kepada Radar Depok.

Ia menjelaskan, acara ini diprakarsai oleh Kadin DKI dari Lima wilayah Kota DKI Jakarta. Sedangkan persiapan yang dilakukan hanya dua minggu hingga hari H.

“Jadi datang ke saya dan bertanya, kapan grand opening Cold Storage dan lainnya. Akhirnya muncul gagasan membuat rekor MURI dengan memasak daging bumbu nusantara,” kata Diana.

Bumbu nusantara itu beragam. Jadi dari Muri menyampaikan bahwa tidak boleh dikatakan bumbu nusantara. Sehingga, pihaknya mengganti dengan memasak semur daging dengan bumbu semur.

“Itu juga bumbu nusantara. Jadi saya berharap, hari ini adalah momentum, kita melestarikan bumbu nusantara. Agar menjadi menu utama di negeri sendiri” ujarnya.

Setelah itu, pihaknya mengusulkan ke MURI dengan memasak terbanyak 1 ton daging. Ia bersyukur, sebelum acara, sudah memasak lebih dulu 800 kg yang disiapkan tim PT Suri Nusantara Jaya, Kadin dan masyarakat ekonomi syariah untuk anak-anak yatim dan duafa yang mencapai 1500 orang.

“Sedangkan yang 200 kg lagi dimasak saat acara yang dipimpin ibu Siska Switomo. Semoga bumbu nusantara ini bisa dilestarikan dan dari Kadin, MES dan Apji bisa membentuk satu badan yang disebut jamaah ekonomi,” ucapnya.

Terkait cold storage, kata Hj, Diana mengatakan, cold storage ini memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 30.000 ton. Sedangkan, tujuan pembukaancold storage ini merupakan salah satu langkah diversifikasi produk SNJ, sebagai penyimpanan daging SNJ yang sudah melebihi batas sekaligus karena potensi pasar yang cukup besar.

Apalagi, menurutnya, saat ini banyak produsen daging, ikan, dan sayuran yang belum memilikicold storage. cold storage baru ini memang berfungsi untuk disewakan kepada perusahaan lain.

“Kami sebelumnya punya cold storage tetapi kapasitasnya belum memadai. Ini besar tetapi kapasitasnya besar tetapi bukan pasar saya. Saya tadinya tidak tertarik, tetapi setelah saya mengikuti kondisi ternyata saya mengetahui bahwa semua membutuhkan cold storage tetapi kapasitas sendiri terbatas. Ikan dan sayuran butuh, apalagi daging,” tuturnya.

Operasional cold storage ini sudah berjalan sejak April tahun ini. Sampai sekarang cold storage ini sudah menampung 27.000 ton, dimana 80% terdiri dari daging sapi dan kerbau, dan sisanya diisi oleh daging ayam serta produk es krim. Diana mengatakan terdapat beberapa perusahaan besar yang menyimpan produknya di cold storage SNJ ini sebut saja Perum Bulog dan PT Charoen Pokphand Indonesia.

Kesempatan tersebut, selain dihadiri CEO PT Suri Nusantara Jaya Diana Dewi, komisaris dan direktur PT Suri Nusantara Jaya, juga hadir Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Udo, Anggota DPR RI Indah Suryadarma Ali, Ketua Umum Kadin Jakarta, Edi Kuntadi dan jajarannya, Ketua umum pp Lippi dan jajarannya, perwakilan Pemkot Bekasi, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah DKI Jakarta dan jajarannya, Ketua Umum Apji beserta jajarannya, Iota lions club dan lainnya.

Acara yang bertepatan dengan 10 Muharram, PT Suri Nusantara Jaya juga memberikan santunan untuk 1.500 anak yatim dan duafa dari sembilan wilayah, termasuk Kota Depok. (cky)