INDAH/RADAR DEPOK MIMPI YANG TERWUJUD: Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Sukmajaya, Abdul Mutolib (kanan) bersama Lurah Mekarjaya, Ahmad meletakan batu pertama pembangunan musala SDN Sukmajaya 2, Selasa (10/10).
INDAH/RADAR DEPOK
MIMPI YANG TERWUJUD: Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Sukmajaya, Abdul Mutolib (kanan) bersama Lurah Mekarjaya, Ahmad meletakan batu pertama pembangunan musala SDN Sukmajaya 2, Selasa (10/10).

DEPOK – SDN Sukmajaya 2 memiliki mimpi membangun musalA. Kini, mimpi tersebut segera terwujud. Sekolah yang terletak di Jalan Warujaya No.2, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, baru saja menggelar prosesi peletakan batu pertama oleh sejumlah tokoh penting di lingkungan sekolah, Selasa (10/10).

Dana pembangunan musala merupakan hasil infak siswa setiap harinya mulai Senin-Sabtu kecuali Jumat dari bulan Agustus. Saat ini dana yang sudah terkumpul mencapai lebih dari Rp11 juta.

“Alhamdulillah siswa yang lebih banyak menyumbang, yang penting kita tidak lupa untuk menarik infaknya. Ada juga dari guru-guru, sampai saat ini infak masih terus berlanjut,” kata Kepala SDN Sukmajaya 2, Cahyani Rusmiati.

Peletakan batu pertama dihadiri Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Kecamatan Sukmajaya, Abdul Mutolib, Lurah Mekarjaya, Ahmad, Ketua RW setempat, komite sekolah, perwakilan orangtua siswa dan siswa SDN Sukmajaya 2.

“Semua perwakilan meletakkan batu, pak UPT, pak lurah, saya, ketua RW, perwakilan guru, dan satu siswa kelas VI,” katanya.

Cahyani mengatakan, pihak sekolah dan UPT memiliki target pengerjaan akan selesai awal Desember 2017. Dirinya dan tim akan berusaha mengumpulkan dana yang masih kurang.

“Targetnya awal Desember agar saat acara maulid nabi bisa dipakai. Alhamdulillah tadi pak lurah menyumbang semen lima sak, pak UPT juga akan menyumbang, kita meminta doanya semoga pembangunan berjalan dengan lancar dan tepat waktu,” katanya.

Dirinya berharap usai pembangunan selesai, musala ini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan positif siswa. Sehingga terwujud sekolah yang dapat memberikan pembelajaran agama serta menghasilkan generasi yang religius.

“Nama musalanya diberikan oleh pak UPT yang artinya Cahaya Anak-anak. Semoga bisa dimanfaatkan dengan baik musalanya nanti untuk mewujudkan visi misi kota Depok, yang unggul, nyaman dan religius,” tutup Cahyani. (ind)