PEBRI/RADAR DEPOK PILOT PROJECT: Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin meresmikan SDN Pengasinan 3 sebagai Sekolah Model Mandiri.
PEBRI/RADAR DEPOK
PILOT PROJECT: Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin meresmikan SDN Pengasinan 3 sebagai Sekolah Model Mandiri.

SAWANGAN,DEPOK – SDN Pengasinan 3 memberanikan diri untuk menjadi Sekolah Model Mandiri. Dengan keberanian tersebut, SDN yang berlokasi di Jalan Raya Pengasinan, Kecamatan Sawangan, tersebut menjadi satu-satunya Sekolah Model Mandiri di Provinsi Jawa Barat.

Kepala SDN Pengasinan 3, Syamsudin menuturkan, keberanian pihaknya untuk mendaftarkan diri ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), tentunya berkat adanya dukungan dari orangtua siswa. Karena, untuk menjalankan program Sekolah Model secara mandiri, membutuhkan dukungan banyak pihak.

“Guru dan orangtua tentu harus bersinergi dalam menjalankan program Sekolah Model Mandiri. Karena, delapan standar nasional pendidikan harus bisa diterapkan dengan baik oleh semua pihak,” ucapnya kepada Radar Depok.

Syamsudin menjelaskan, dalam menjalankan program tersebut tidak hanya sekedar dukungan secara moril saja, tetapi sarana dan prasarana juga harus terpenuhi. Sekarang ini jumlah siswa di SDN Pengasinan 3 ada 665 siswa, sedangkan jumlah ruang kelas hanya ada delapan. Tentu dengan jumlah tersebut, masih jauh dari kesempurnaan.

“Meskipun ada beberapa kendala, tetapi proses pembelajaran di SDN Pengasinan 3 tetap berjalan dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, Fasilitator Daerah Sekolah Model, Dede Sulaeman menuturkan, ada beberapa hal yang harus dilakukan Sekolah Model, yakni melakukan evaluasi diri sekolah, pemetaan mutu, memonitoring di sekolah, evaluasi, dan menyusun strategi baru untuk di tahun berikutnya. Terus melakukan seperti itu selama tiga tahun.

“Tentunya karena bersifat mandiri, SDN Pengasinan 3 harus bisa melaksanakan Program Sekolah Model dengan anggaran sendiri. Jadi, dibutuhkan kerjasama yang baik dari beberapa pihak,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin menuturkan, di Kota Depok sekolah yang menerapkan Sekolah Model ada 10 SD, dua SMP, satu SMA, dan satu SMK.

Dirinya pun menginginkan semua sekolah bisa menerapkan Sekolah Model, karena sekolah harus memiliki kemajuan dan perkembangan dalam membuat program di sekolahnya.

“Berkaitan dengan pembiayaan, tentu sekolah gratis bukan berarti semua kebutuhan sekolah gratis. Ada beberapa beban yang memang menjadi kewajiban orang tua, seperti seragam, sepatu dan beberapa alat tulis,” katanya. (peb)