Tempat Singgah Vivi Diselidiki

In Utama
ADE/RADAR DEPOK
LIDIK: Aparat Kepolisian dari Unit V Keamanan Negara (Kamneg) Polresta Depok sedang melakukan penyelidikan atas hilangnya mahasiswi FKM UI atas nama Lutviah Sari (Vivi).

DEPOK – Unit V Keamanan Negara (Kamneg) Polresta Depok, terus melakukan penyelidikan atas laporan hilangnya mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Lutviah Sari alias Vivi.

Salah satu upaya aparat kepolisian untuk mengungkap kasus hilangnya secara misterius mahasiswi semester III tersebut dengan menyelediki sejumlah tempat yang pernah disinggahi Vivi, teman dekatnya, serta organisasi yang sempat ia jalani.

Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Putu Kholis Aryana mengatakan, anggotanya telah mendatangi Asrama UI yang sempat ditempati Vivi selama satu tahun, sejak Juli 2016 hingga Juli 2017. “Setelah meminta keterangan dari pengurus asrama, diketahui Vivi pernah tinggal di kamar C250 dan pernah menunggak uang sewa sejak Desember 2016,” kata Putu.

Tunggakkan tersebut berjalan sejak Desember 2016 hingga Juli 2017, kurang lebih sekitar lima bulan. Diketahui biaya sewa asrama perbulan sebesar Rp300.000. Selain menunggak, Vivi juga tidak pamit saat hendak meninggalkan asrama. “Ketentuan di asrama tersebut, mahasiswa boleh tinggal di asrama hanya satu tahun, setelah itu mahasiswa harus mencari tempat tinggal di luar asrama. Namun, saat waktunya sudah habis, Vivi tidak pamit dan langsung menghilang dari asrama,” lanjut Putu.

Tempat kedua yang didatangi aparat kepolisian Resor Kota Depok adalah FKM UI. Aparat meminta keterangan dari bagian kemahasiswaan FKM UI, Nisfarwati Volini (Ninis). Berdasarkan keterangan, Vivi masuk FKM UI pada tahun 2016. Vivi juga masuk di BEM FKM UI sebagai bendahara Biro P dan K.

“Setelah kami gali informasi, pada September 2017 Vivi mengambil uang Rp5.100.000 di fakultasnya dengan maksud untuk biaya giat Sobat PKM. Sekitar Rp400.000 telah dipakai untuk konsumsi, sedangkan Rp4.700.000 masih di tangannya,” lanjut Putu.

Seharusnya uang tersebut digunakan untuk pembelian USB sebanyak 70 buah. Tetapi korban tidak jadi membelikan USB tersebut dan pihak kampus menghubungi Vivi guna meminta korban datang pada 29 September 2017 untuk mengembalikan uang tersebut. “Namun korban tidak datang, saat dihubungi juga hp Vivi tidak aktif,” lanjut Putu.

Berdasarkan penelusuran di FKM UI, Vivi merupakan mahasiswa penerima Bidik Misi UI. Pihak kepolisian kemudian mendatangi beberapa organisasi, guna menggali informasi pada temannya. Polisi mendatangi salah satu temannya di Paguyuban Madura UI. Dari keterangan, Vivi sempat datang ke kosan salah satu temannya saat pihak Fakultas memintanya datang pada 29 September 2017. Vivi bercerita bahwa dirinya sedanga dilanda masalah dan meminjam Alquran serta melaksanakan salat Istikharah. “Tapi kata saksi, Vivi tidak memberitahu tentang masalah yang sedang menimpanya,” lanjut Putu.

Setelah salat dan mengaji, sekitar pukul 20.16 WIB di hari yang sama, Vivi pamit pulang menggunakan transportasi ojek online dengan tujuan pondok Kitela rental outdor. Pada 2 Oktober 2017, Vivi sempat menghubungi temannya melalui facebook. “Ia menanyakan apakah paket uang Rp400.000 dari bibinya di Surabaya sudah ada atau belum,” kata Putu.

Rupanya komunikasi tersebut, merupakan pesan terakhir dari Vivi setelah dirinya menghilang secara misterius. Sedangkan uang Rp400.000 tersebut, masih disimpan salah satu temannya.

Kemudian, polisi menyelidiki Vivi melalui pengurus BEM FKM UI. Dari keterangan salah satu saksi, sebelum menghilang, Vivi merupakan penanggung jawab Olimpiade Ilmiah Mahasiswa (OIM) dan Vivi dibebankan uang dari fakultas sebesar Rp5.100.000 untuk biaya acara dan Rp4.700.000, belum dikembalikan korban.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Ikatan Mahasiswa FKM UI, Restu Bagus menyatakan, Vivi merupakan mahasiswa perantau yang menetap di Depok seorang diri. Kedua orangtua Vivi berada di luar Jabodetabek sehingga sulit untuk melakukan komunikasi. “Kami sudah berusaha mencari tahu kabarnya melalui teman satu angkatannya, teman dekat di paguyubannya dan kami juga menelusuri daerah tinggal atau kos Vivi, namun belum mendapatkan hasil yang memuaskan,” kata Restu dalam keterangan persnya, Rabu (25/10).

Restu melanjutkan, untuk memenuhi kebutuhan sehari hari Vivi bekerja sambil kuliah. “Kami sudah membentuk tim untuk mencari Vivi, dari tim tersebut kami menemukan uang dan surat  dibuat Vivi yang dititipkan melalui penjaga kos temannya di daerah kukusan teknik pada 2 Oktober 2017,” lanjut Restu.

Surat yang diketahui berisi permohonan maaf karena menghilangkan uang kegiatan tersebut, merupakan pesan terakhir Vivi sebelum menghilang. Restu menegaskan, pihaknya sudah tidak mengungkit atau mempermasalahkan uang yang hilang. “Mengenai masalah uang yang tercantum dalam surat Vivi sudah diselesaikan secara internal, kami tidak memberatkan Vivi ataupun pihak keluarga,” pungkas Restu. (ade)

You may also read!

919 RW dipasang wifi

919 RW di Depok akan Dipasang Wifi Gratis

RENCANA WIFI GRATIS : Warga melintas di depan Balai RW 02, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan

Read More...

Zona Merah Pernikahan Berujung Darurat Perceraian

  Oleh: Nurina P.Sari Penggerak Komunitas Ibu Peduli Generasi   “SAYA mau daftar cerai,” itulah ungkapan yang paling sering terdengar oleh para petugas

Read More...
tim wuhan

Damkar Depok Terjunkan Tim Wuhan

STERILISASI : Petugas saat melakukan penyemprotan menggunakan alat semprot fogging berbentuk uap di seluruh area

Read More...

Mobile Sliding Menu