INDRA/RADARDEPOK SOSOK : Fredy Jonathans saat melakukan kegiatan bersih – bersih Jembatan Panus
INDRA/RADARDEPOK
SOSOK : Fredy Jonathans saat melakukan kegiatan bersih – bersih Jembatan Panus

Di usianya yang terbilang tak muda lagi, Fredy Jonathan masih tetap aktif sebagai seorang tokoh sejarawan, dan juga aktivis lingkungan di Kota Depok. Berbagai kegiatan lingkungan khususnya yang berkaitan dengan situs–situs bersejarah selalu ia rawat bersanma anggota komunitas yang dia bentuk.

LAPORAN : INDRA ABERTNEGO

 

Di bawah sebuah pohon pisang yang cukup tinggi, seorang pria yang berusia sudah setengah Abad sedang beristirahat sambil menikmati secangkir kopi hitam. Kopi terasa mantap setelah dia seharian membersihkan sampah, dan juga ranting pohon di sekitar Kali Ciliwung, di bawah Jembatan Panus, Minggu (1/10).

Pria itu adalah Fredy Jonathan, dia merupakan salah satu pembentuk sekaligus ketua Komunitas Ciliwung Depok. Fredy juga dikenal sebagai sejarahwan Depok, karena dia juga merupakan keturunan Kaum Depok yang sudah dikenal khalayak umum sebagai orang pertama yang mendiami Kota Depok.

Meskipun dia adalah keturunan Kaum Depok, tapi Ferdy tidak lahir Di Kota Depok, melainkan lahir di Purwokerto pada tanggal 5 Agustus 1955, 62 tahun yang lalu

“Ayah saya dulu kerja di PJKAI  tugas di sana makanya saya lahir di sana,” ucapnya sembari tersenyum.

Setelah memutuskan untuk kembali ke kampong halaman nenek moyangnya di Kota Depok pada Tahun 1985. Fredy memulai kesibukanya dengan berwira swasta, sampai akhirnya pada tahun 1996 dia mengabdikan untuk mengurus aset–aset peninggalan nenek moyangnya di Yayasan Cornelis Chastelein (YLCC), di Jalan Pemuda, Kelurahan Depok, Pancoranmas.

“Saya di sana masuk sebagai pengurus Bidang sejarah YLCC,” katanya.

Dan dari sana lah dia mempunyai pengetahuan yang luas akan sejarah masa lampau Kota Depok yang kerap dia ceritakan kepada generasi –generasi muda Kota Depok. (*)