DEPOK–Gonjang-ganjing siapa Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok di Balaikota, sudah hangat dibicarakan. Kendati tahapannya masih sebulan lagi beberapa nama sudah mencuat. Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Raden Gandara Budiana, Sekretaris DPRD (Sekwan) Depok Zamrowi,  Kepala Balitbangda Kota Depok Hardiono dan Asisten Pemerintahan dan Administrasi Widyati Riyandani, digadang-gadangkan calon kuat Sekda Depok.

Jurnalis yang sering kasak-kusuk di gedung putih, Rusdi Nurdiansyah menilai Kepala Dishub Raden Gandara Budiana, Sekretaris DPRD Zamrowi, dan Kepala Balitbangda Hardiono calon kuat. “Ketiga nama itu sangat ideal menjadi Sekda Depok,” kata Rusdi kepada Radar Depok, kemarin.

Menurut Rusdi, ketiga calon Sekda Depok sudah banyak pengalaman dalam memimpin kepala OPD di Pemkot Depok. Contohnya yang pertama adalah Kepala Dinas Perhubungan Raden Gandara Budiana sudah pernah memimpin kepegawaian di pemkot.

Ini tentu sudah dekat dengan ASN di Kota Depok dan sudah cukup senior. “Pak Gandara cukup senior dari lulusan STPDN serta program SSA menjadi program terobosannya yang cukup fenomenal,” tutur Rusdi.

Lalu kedua, Sekwan DPRD Kota Depok Zamrowi sama juga lulusan STPDN dan juga senior. Bahkan, Rusdi menilai  beliau cukup mumpuni menjadi Sekwan DPRD Depok.

Selain itu selanjut dia, Hardiono sebagai Kepala Balitbangda Depok dinilai calon Sekda Depok paling kuat jadi menempati kedudukan ASN yang paling tinggi. Sebab, ia melihat Hardiono sudah berpengalaman  soal kepemerintahan daerah khususnya di Depok, apa lagi dia memimpin sebagai badan yang merupakan jantungnya program-program pemkot Depok.

Ditambah lagi kata dia, Hardiono sangat dekat dengan elit PKS. Sebab, Walikota Mohammad Idris dan Wakil Walikota Depok diusung oleh PKS dan Gerindra, kemungkinan akan menjadi Sekda. “Tentunya biar bagaimanapun seleksi Sekda ini ada unsur politiknya juga. Jadi dari ketiga nama ini sepertinya secara garis besar Pak  Hardiono lebih kemungkinan jadi Sekda Depok kedepan,” kata dia.

Sementara, sumber Radar Depok di Balaikota Depok, nama Widyati Riyandani menjadi perhitungan. Alasan ini dapat dilihat dari kinerja Widyati Riyandani yang mampu menguasai segala bidang. Apalagi, Walikota Depok kepincut dengan kinerja Widyati saat menjadi asisten dan Plt Sekda Depok. “Semua ada ditangan pak Walikota, tapi Widyati calon kuat juga,” tutur aparatur sipil negara (ASN) Depok Eselon II ini.

Terpisah, menimpali nama Hardiono sebagai calon kuat Sekda Kota Depok karena dekat degan elit politikus PKS. Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Depok Qurtifa Wijaya mengatakan, PKS Depok berkeinginan Sekda terpilih bisa menjadi jembatan komunikasi lebih dekat dan bekerjasama dengan DPRD dan TAPD Kota Depok. Terpenting kata dia, 13 nama yang jadi Sekda juga bisa membantu Walikota dan Wakil Walikota Depok membangun Kota Sejuta Maulid ini. “Kami (PKS) tidak menjagokan siapa-siapa dan tidak ada titip menitip,” kata Qurtifa.

Untuk itu, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Walikota Depok Mohammad Idris untuk memilih siapa yang akan menjadi Sekda Depok, setelah tiga nama lolos seleksi yang dilakukan Tim Pansel. “Kami PKS menyerahkan ke Walikota Depok untuk menentukan. Terpenting bisa bersinergi dengan DPRD Kota Depok,” kata dia. (irw)