PEBRI/RADAR DEPOK SOSIAL: Yayasan Nidaul Islam memberikan santunan kepada 50 anak yatim dan 120 janda yang berada di SDIP Attoyibah dan Majelis Taklim Attoyibah serta lingkungan sekolah.
PEBRI/RADAR DEPOK SOSIAL: Yayasan Nidaul Islam memberikan santunan kepada 50 anak yatim dan 120 janda yang berada di SDIP Attoyibah dan Majelis Taklim Attoyibah serta lingkungan sekolah.

SAWANGAN,DEPOK – Momen 10 Muharram 1439 Hijriah benar-benar dimanfaatkan oleh Yayasan Nidaul Islam untuk berbagi. Tidak hanya kepada siswa yang ada di SDIP Attoyibah, tetapi anggota Majelis Taklim Attoyibah juga ada yang mendapatkan santunan.

Ketua Panitia Santunan, Sri Mulyati mengatakan, total ada 50 anak yatim dan 120 janda yang diberikan santunan. Mereka ada yang siswa di SDIP Attoyibah dan juga ada anak dari anggota majelis taklim. Sedangkan, untuk janda berasal dari anggota Majelis Taklim Attoyibah.

“Kegiatan santunan tidak hanya untuk internal Yayasan Nidaul Islam saja, tetapi juga untuk lingkungan. Karena, pada intinya untuk berbagi terhadap mereka yang membutuhkan,” ucapnya kepada Radar Depok.

Sementara itu, Kepala SDIP Attoyibah, Mimi Ekawati menuturkan, sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang berguna bagi orang lain secara positif. Oleh karena itu, santunan dimaksudkan untuk berbagi dengan yatim, duafa dan fisabilillah. Rinciannya, lima siswa yatim, dua siswa piatu dan 48 anak yatim yang orang tuanya ikut di majelis taklim, dan jandanya berasal dari lingkungan RW03, Kelurahan Sawangan.

“Sudah seharusnya, kami berbagi dengan lingkungan. Santunan ini adalah salah satu cara bagaimana keperperanan Yayasan Nidaul Islam dalam bermasyarakat,” jelasnya.

Mimi menuturkan, kegiatan santunan adalah kegiatan yang sudah menjadi agenda rutin tahunan. Di mana, tiap awal tahunnya sudah ada perencanaan kegiatan yang diadakan selama setahun.

“Semua kegiatan sudah teragendakan selama setahun, termasuk kegiatan hari-hari besar agama Islam,” jelasnya. (peb)