PEBRI/RADAR DEPOK SIMBOLIS; Asisten Bagian Hukum dan Sosial Pemkot Depok, Sri Utomo membuka acara Ekspose Program Sekolah Model SMPI Kota Depok Tahun 2017.
PEBRI/RADAR DEPOK
SIMBOLIS; Asisten Bagian Hukum dan Sosial Pemkot Depok, Sri Utomo membuka acara Ekspose Program Sekolah Model SMPI Kota Depok Tahun 2017.

DEPOK – Bertempat di SMK Al Muhtadin di Jalan Cipayung, No1, Kecamatan Cipayung, diadakan acar Ekspose Program Sekolah Model Sistem Penjaminan Mutu Internal (SMPI) Kota Depok Tahun 2017. Dimana, dalam acara tersebut, ada 16 sekolah yang ikut serta, dan dihadiri Asisten Bagian Hukum dan Sosial Pemkot Depok, Sri Utomo.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Mohammad Thamrin mengatakan, pemerintah selalu mengupayakan peningkatan kualitas pendidikan, dan terutama mutu dari lembaga pendidikannya. Oleh karena itu, dengan adanya program Sekolah Model dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), mutu sekolah akan lebih meningkat.

“Ini adalah program yang bersifat estafet, jadi 16 Sekolah Model tersebut akan memiliki lima sekolah imbas, yang akan diberikan juga pengetahuan tentang Sekolah Model,” ucapnya kepada Radar Depok.

Sementara itu, Kepala LPMP Jawa Barat, Totoh Santosa mengatakan, penerapan Sekolah Model di Kota Depok, mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. Jadi, semua jenjang pendidikan ada Sekolah Modelnya. Sedangkan untuk skala se-Jawa Barat, di tahun 2017 ada 250 sekolah di 27 Kabupaten/Kota yang menjadi Sekolah Model.

“Keberlangsungan Program Sekolah Model, tentunya berkat adanya kerjasama yang baik dengan Pemkot Depok, yakni Disdik Kota Depok,” katanya.

Totoh menjelaskan, Sekolah Model di Kota Depok baru difasilitasi selama empat bulan dari LPMP Jawa Barat, karena sebelumnya banyak yang harus dipersiapkan oleh sekolah terlebih dahulu. Jadi, dengan bisa mengadakan ekspose, sekolah-sekolah yang menjadi Sekolah Model menjadi sesuatu yang sangat membanggakan.

“Intinya sekolah tersebut harus bisa menjalankan Siklus Sekolah Model, yakni EDS, pemetaan mutu, rencana pemenuhan mutu, pelaksanaan pemenuhan muru, monitoring dan evaluasi, strategi peningkatan mutu,” terangnya. (peb)