PEBRI/RADAR DEPOK BELAJAR: Kepala SMKN 2 Depok, Tatang Komarudin sedang memberikan sambutannya dalam kegiatan PKB yang diadakan MGMP Bahasa Inggris SMK Kota Depok, Minggu (12/11).
yamaha-nmax
PEBRI/RADAR DEPOK
BELAJAR: Kepala SMKN 2 Depok, Tatang Komarudin sedang memberikan sambutannya dalam kegiatan PKB yang diadakan MGMP Bahasa Inggris SMK Kota Depok, Minggu (12/11).

DEPOK – Masih banyaknya guru yang mendapatkan nilai merah dalam Uji Kompetensi Guru, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris jenjang pendidikan SMK Kota Depok, mengadakan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Total ada 20 guru yang ikut dalam kegiatan yang diadakan di SMKN 2 Depok tersebut.

Ketua MGMP Bahasa Inggris SMK Kota Depok, Umi Fadillah mengatakan, ini adalah program yang diberikan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan hanya diberikan kapasitas 20 guru saja. Jumlah tersebut, sebenarnya masih kurang, karena ada 58 guru di MGMP Bahasa Inggris SMK yang harus mendapatkan PKB.

Baca Juga  24 Pengelola LKP Diuji Kompetensi

“Guru yang ikut dalam kegiatan PKB, adalah guru yang nilai modul C dan D masih kurang untuk nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Dimana, untuk sekarang ini nilai KKM adalah 7, dan tiap tahunnya akan terus naik,” ucapnya kepada Radar Depok.

Umi menuturkan, untuk modul C materinya tentang pengembangan kurikulum dan functional text, dan untuk modul D, yakni tentang media pembelajaran dan short fungtional text. Sebenarnya total ada modul A sampai J yang dipelajari, tetapi hanya dua modul itu saja, karena yang paling banyak nilai merahnya.

“Kegiatan dibagi menjadi tiga kegiatan, yakni in pertama pada 12 -13 November, dilanjutkan dengan on pada 14 – 24, dan in kedua diadakan pada 25 – 26 november 2017,” katanya.

Baca Juga  UN dan Ujian Kesetaraan Ditiadakan, Berikut Syarat Siswa Dinyatakan Lulus

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Depok, Tatang Komarudin yang datang dalam kegiatan tersebut mengatakan, PKB adalah program dalam meningkatkan pengetahuan guru tentang profesinya. Jadi, setidaknya untuk bisa menciptakan siswa yang berkualitas, harus dididik oleh guru yang berkualitas pula.

“Guru harus bisa profesional dalam menjalankan tugasnya. Jangan hanya sekedar memberikan materi ke siswa, tetapi harus juga bisa memperhatikan apakah materi tersebut bisa diserap oleh siswa, sehingga bisa menghasilkan pendidikan dan pembelajaran yang berkualitas,” katanya. (peb)