Beranda Metropolis 200 Guru jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

200 Guru jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

0
200 Guru jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan
IRWAN/RADAR DEPOK FOTO BERSAMA : Para peserta sosialisasi dari berbagai sekolah swasta bersama Disdik, Disdukcapil, dan BPJS Ketenakaerjaan dalam acara sosialisasi akte kelahiran dan BPJS Ketenagakerjaan serta kebijakan pemerintah dalam penguatan kelembagaan dan pengelollan sekolah swasta.

 

IRWAN/RADAR DEPOK
FOTO BERSAMA : Para peserta sosialisasi dari berbagai sekolah swasta bersama Disdik, Disdukcapil, dan BPJS Ketenakaerjaan dalam acara sosialisasi akte kelahiran dan BPJS Ketenagakerjaan serta kebijakan pemerintah dalam penguatan kelembagaan dan pengelollan sekolah swasta.

DEPOK- Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok Mohammad Thamrin mengatakan, dinas memfasilitasi keselamatan kerja bagi para guru hororer di SDN Depok, dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami hanya bisa memfasilitasi saja, sekitar 200 guru honorer yang sudah mendaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” kata Thamrin, kepada Radar Depok, usai sosialisasi Akte Kelahiran dan BPJS Ketenagakerjaan serta Kebijakan Pemerintah dalam Penguatan Kelembagaan dan Pengelolaan Sekolah Swasta, kemarin.

Ia mengatakan, fasilitas ini tentu sebagai upaya meningkatkan kualitas tenaga pengajar bagi guru honorer. Tentunya, guru-guru swasta  di kota ini juga akan difasilitasi. Salah dengan kegiatan sosialisasi tersebut. “Saya harap guru swasta bisa jadi peserta untuk jaminan kerja, entah itu kecelakaan, pensiun, dan lainya,” kata dia.

Lalu, kata dia, setiap tahun siswa dan guru  di swasta mendapatkan kucuran dana dari APBD Depok tiap tahunya. Dimana, total keseluruhan ada Rp44 miliiar untuk 130 sekolah swasta tingkat TK, SD, dan SMP.

“Kurang lebih 130 sekolah swasta yang kami berikan bantuan. Itu juga ada juga yang menolak. Itu termasuk buat guru dan siswanya,” ulas dia.

Dari dana tersebut, dari dana itu khusus untuk siswa dapat bantuan persiswa Rp 20 ribu. Itu diakumulasikan menjadi satu tahun. “Tiap tahu kami salurkan, ini kepedulain dari Pemkot Depok,” bebernya.

Ia menambahkan, di acara sosialisasi ini  mengundang Disdukcapil Depok dengan harapan anak di Depok dari usia 0-18 tahun meningkat. Sekarang ini kata dia, baru 85 persen.

“Kami harap setalah adanya sosialisasi ini bisa mencapai 90 persen,” terangnya.(irw)