23 Digembok, Pengemudi Keluhkan Rambu

In Metropolis

 

ADE/RADAR DEPOK
GEMBOK : Seorang petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok sedang menggembok salah satu mobil yang parkir di bahu jalan raya margonda dalam operasi gabungan yang dilakukan oleh Dishub Kota Depok bekerjasama dengan Polresta Kota Depok, Jumat (24/11).

DEPOK – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok bekerja sama dengan Kepolisian Resort Kota Depok, melaksakan operasi gabungan di sepanjang jalan Raya Margonda, Jumat (24/11) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Operasi gabungan yang dilakukan bertujuan, untuk menertibkan para pengendara yang membandel dengan memarkirkan kendaraannya di bahu jalan maupun diatas trotoar, diprotes lantaran tidak adanya rambu peringatan.

Koordinator lapangan dalam operasi tersebut, Andromeda mengatakan, operasi tersebut merupakan operasi rutin yang dilaksanakan oleh Dishub, guna menertibkan arus lalu lintas yang kerap menyelimuti jalan protokol Kota Depok tersebut.

“Hari ini kita berhasil menindak 23 mobil yang memarkirkan kendaraannya dibahu jalan dan diatas trotoar,” kata Andromeda dilokasi kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Operasi tersebut, kata Andromeda, sudah sesuai dengan Undang-Undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya. Dalam UU tersebut tertera bagi pengemudi yang melanggar rambu rambu lalu lintas salah satunya parkir di bahu jalan atau trotoar denda Rp500.000 atau pidana kurangan paling lama 6 bulan.

“Beruntung semua kooperatif dan menuruti penindakan yang kami lakukan, ada yang ditilang ada yang langsung mengurus ke bank untuk bayar denda,” lanjut Andromeda.

Andromeda mengatakan, rata-rata para pelanggar tersebut merupakan supir taksi online yang mangkal menunggu penumpang. “Kebanyakan sekarang grab car alasannya tunggu penungpang dan ketiduran,” sambung Andromeda.

Operasi tersebut sudah dilakukan oleh Dinas Perhubungan sejak tahun 2010 semenjak berlakunya UU tentang Lalu lintas. Setiap harinya Dishub berhasil menindak 7 sampai 10 pelanggar. “Operasi ini kita lakukan setiap hari, tapi hari ini gabungan karena banyaknya aduan dari masyarakat,” lanjutnya.

Andromeda menjelaskan, selain pengemudi taksi online, banyaknya warung di jalan margonda yang tidak memiliki ruang parkir bagi konsumennya juga salah satu penyebab para pelanggar terkena gembok kuning di bannya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, warung warug di jalang margonda sudah sering disosialisasikan selain itu, Dishub juga sudah memberikan alternatif parkir yang terbagi dalam 3 segmen, antara lain, segmen 1, Kantor walikota Depok dan Mall ITC Depok, segmen 2 Mall Margo dan Detos, terakhir segmen 3, parkir di bank-bank, rumah sakit dan kampus yang terletak di setelah terwongan Fly Over UI.

“Saat ini kami memang fokus untuk jalan Margonda, Dahlia dan Nusantara sebagai percontohan tertib lalu lintas, kedepan akan ada rencana operasi diperluas,” pungkas Andromeda.

Tak sedikit masyarakat yang kaget saat datangnya petugas gabungan dengan membawa gembok ban berwarna kuning dan langsung mengikatkannya pada kendaraan mereka. Beragam ekspresi mulai dari pasrah, memelas, menangis, hingga marah.

“Kalau kita tidak parkir disini, terus kita harus parkir dimana, saya hanya mampir untuk beli sesuatu disini,” ungkap salah satu pengemudi yang bannya di gembok.

Selain itu, ia juga mempertanyakan terkait rambu larangan parkir yang masih minim, “Rambunya kalau bisa diperbanyak, karena kami fikir karena ini warung dan tidak ada rambu, ya berarti kami bisa parkir disini,” tandasnya. (ade)

You may also read!

Lima Drama Korea Pilihan untuk Akhir Pekan

RADARDEPOK.COM – Akhir pekan menjadi waktu yang tepat untuk bersantai, dan bisa menjadi waktu yang tepat untuk menghabiskan waktu

Read More...
ledakan tabung gas balon

Peristiwa Ledakan  Tabung Gas Balon : Gemparkan Warga Kampung Kekupu dan Sekitarnya

PERIKSA : Petugas memeriksa lokasi ledakan tabung gas karbit, RT5/5, Kampung Kekupu, Kelurahan Rangkapan Jaya,

Read More...
deja brew nyaman

Deja Brew Nyaman dan Instagramable

BARISTA : Tetap mengikuti protokol kesehatan, barista Deja Brew mengenakan masker saat membuat kopi. FOTO

Read More...

Mobile Sliding Menu