Beranda Politika Demokrat Dikabarkan Bergabung ke Demiz-Syaikhu

Demokrat Dikabarkan Bergabung ke Demiz-Syaikhu

0
Demokrat Dikabarkan Bergabung ke Demiz-Syaikhu
ILUSTRASI: Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Demiz-Saikhu saat foto bersama.
ILUSTRASI: Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Demiz-Saikhu saat foto bersama.

DEPOK – Partai Demokrat dikabarkan bakal mendukung pasangan Dedy Mizwar dan Ahmad Syaikhu (Demiz-Syaikhu) maju dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jabar di 2018 mendatang.

Seperti yang dituturkan, Ketua Bidang Ekonomi, Keuangan, Teknologi, dan Lingkungan Hidup DPW PKS Jawa Barat, Supariyono mengatakan, yang sudah jelas sudah ada dukungan dari PAN dan PKS, tapi masih kurang.

Namun, yang ia dengar dari perkembangan terbaru Partai Demokrat akan juga ikut bergabung.

“Semoga dengan tambahan Demokrat cukup untuk satu kursi, setelah itu Gerindra juga. Karena, jika hanya PAN dan PKS saja, itu masih kurang, sehingga perlu tambahan partai satu lagi, apakah Gerindra atau Demokrat,” kata Supariyono kepada Radar Depok.

Meski tidak bertemu langsung dengan Partai Gerindra dan hanya menggetahui dari pemberitaan di media. Ia mengungkapkan, awalnya Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto sudah selesai dengan PKS guna mengusung Paslon Demiz-Syaikhu.

“Tapi yang berkembang di media kan ada opsi-opsi lain. Makanya saya belum memasukan Gerindra dalam koalisi Demiz-Syaikhu,” paparnya.

Ia berharap, rekan-rekan di provinsi dan kandidat sendiri, terus berkomunikasi intensif dengan Partai Gerindra, sehingga makin banyak orang yang masuk ke koalisi pendukung pasangan Demiz-Syaikhu.

“Apalah istilahnya, tapi kan kalau makin banyak yang mendukung, makin besar peluang menangnya,” paparnya.

Supariyono menambahkan, saat membaca di media terkait potensi masuknya Partai Demokrat sekitar 90 persen. Hal in didasari pernyataan ketua DPD Partai Demokrat, Iwan Sulandjana menyatakan jika sudah ada surat keputusan dari pusat, pihaknya siap mendukung.

“Dari isyaratnya Pak Hinca sudah, tapi kan butuh tertulis,” imbuhnya.

Ia mengingatkan, dari partai hanya bisa mengajak. Namun, yang lebih berkepentingan itu paslon. Seharusnya kandidat harus aktif.

Terlebih, ketika dari Partai Demokrat sudah memberikan green light jangan dianggap sudah selesai dan tidak perlu komunikasi lagi.

“Saya kira jangan begitu. Tetap komunikasi lagi dan pastikan sampai surat keluar, itu baru aman. Malahan ketika surat keluar saja belum aman, dan ada saja yang dicabut,” ucapnya sambil tertawa.

Tentunya, secara pribadi ia sangat senang atas isyarat Partai Demokrat mau berkoalisi untuk mendukung Demiz-Syaiku di Pilgub Jabar. “Kita berharap tadi, makin banyak orang yang bergabung makin baik,” tandasnya. (cky)